Jumat, 22 Oktober 2010

[unfinished from 22/10/2010] Kamu tahu? :)

Hari ini random abis!!! (ketularan Alice deh pake istilah-istilah random)

Jadi ceritanya, hari ini tuh sampai magrib adalah masa hectic. Pagi waktunya praktikum jam 10. Okelah, sebagian praktikumnya gagalllllll (hiksss) karena nggak terlalu tahu prosedur kerjanya. Mana yang asdos praktikumnya kayanya lagi hectic juga, atau mahasiswanya yang emang dudul, nggak tahu juga yang mana.

Setelah itu, gw pikir gw bisa mengerjakan laprak dengan sukacita (setelah menyadari bahwa tugas laprak bertambah naujubile), ternyataaaa oh ternyata. Nggak. Harus kumpul kelompok PKM-K. Yaaa ikutan PKM begini memang bagus sih buat nambah pengalaman. Tapi nggak boleh gampang bete kalau ikut ginian, nanti yang ada malah nggak dapet manfaat.

Oke, bertahan tahan sampai jam...5. Jam 5 udah gelisah-gelisah gimana gitu, secaraaa dari jam tiga udah pada ngomongin di twitter mau ke Salihara nonton gratis pertunjukan dari orang Vienna, dan saat ini jam 5 masih berkutat dengan PKM-K.

Akhirnya pasrah jam 6. Ya sudah lah, magriban dulu, minta petunjuk enaknya gimana malam ini, lanjut ke Salihara (sendiri) atau pulang. Dasar insting nekat binti bolang gw mulai nyala, akhirnya gw memutuskan untuk ke stasiun dulu lah. Sudah niat segala tuh dengan nyari lokasi Salihara pake googlemaps. Setelah mengira-ngira di mana tempatnya, gw merenung di bikun. Aaah, gw nekat bener ya. Sendiri, malem, bawa-bawa tas berat. Ya sudah, urusan nanti.

Tahunya... Fika, Yogi dan Mbak Kris ada di halte. Kejutan! Kau tidak sendiri!

Terus nunggu Yoga, katanya sih, mau bareng. Tapi yaudahlah, karena udah jam segini juga, dan menduga akan macet (udah memikir beberapa transportasi dan konsekuensinya), jadi kami mencoba untuk ke pinggir jalan raya margonda dulu. Setelah di sana, mikir-mikir akhirnya naik taksi aja deh. Setelah itu sampai di gerbatama, melihat KRL ekonomi AC sudah layaknya kereta ekonomi--penuh, pintu terbuka, ada yang duduk di atap kereta. Ckckck. Inikah calon-calon kereta rusak? Kayaknya, di Jepang, sepenuh-penuhnya pintu kereta tetap tertutup, tuh. Tapi kasihan juga sih, jadi kurang oksigen. Hehehe. Saat itu kami bersyukur telah memilih naik taksi.

Sampai di Lenteng Agung, hm... mulai deh tuh antrian panjaaaaang. Ada kali sekitar setengah jam untuk melewati mulai dari persimpangan jalan joe dan yang kanan itu. Karena yang jalan cor kanan udah keliatan macet, akhirnya diputuskan lewat jalan joe yang (masih) kosong. Eh tahunya nggak lama juga kena macet. Heeuuu. Rasanya untuk bisa melihat plang toko buku Leksika aja lama banget. Akhirnya di taksi jadi ajang gosipria deh. Biasa, kata Yogi kan 'Woodwind Alay'. Ih lo aja kali. Huahaha.

Senin, 18 Oktober 2010

Kami 'Autis', dan Kami Bangga (atau Tidak?)

Lagi-lagi, mengenai UKM tercinta gw. :D :D :D

Hari Sabtu.
Kisah dimulai Sabtu pagi ketika berangkat ke Salemba. Sendiri, naik kereta dari St. Depok Baru. Masa belum-belum hal yang tidak enak sudah terjadi. Baru juga berangkat. Yaitu, kereta ekonomi yang sudah ditunggu-tunggu puluhan penumpang di Depok Baru sedang mengalami pemeriksaan rangkaian di Depok Lama. Alhasil, kereta ekonomi AC lah yang menjadi korban! Gila, penuhnya udah kayak ekonomi. Untung nggak ada yang ke atap kereta. Tapi tetep aja, pintu kereta nggak mungkin ditutup saking penuhnya penumpang di dalam.

Dan gw, yang membawa-bawa case nan besar mahaberat itu sangat kerepotan. Di tengah himpit-himpitan, mana mungkin mengangkat dan menjulurkan tangan ke atas untuk menaruh case di rak atas. Ya sudahlah case itu diberdirikan di atas kaki, agar tidak mengurangi space untuk berdiri. Biar seimbang, agak dilebarkan pijakannya.

Teteeeep. Pas ngerem, pasti kebawa. Pas penuh sih nggak apa. Ketahan, kan. Kalau pas mulai kosong? Hhhh... Pernah tuh hampir jatoh beneran. Untungnya ketahan sama orang :P Yah sudah lah nggak mau lagi deh nginget-nginget itu, capeeek.

Langsung aja ya ke bagian latihan. Latihan hari itu, mengejutkaaaan. Senandung Sumatera yang menghantui kami. Hahaha horor amat sih kesannya. Tapi memang, komposisi yang di arrange oleh mas Dhany ini memiliki aura mistis, dari nada-nada minor hasil eksperimennya. Tapi gw yakin kalau kita bisa membawakannya secara lancar, ini akan sangat mempengaruhi penonton dan akan membuat bulu kuduk para penonton meremang... Hahaha. Horooooorrr.

Hari Minggu.
Kebetulan pagi ini mau ke dokter gigi dulu buat kontrol. Gilak, udah berapa bulan tuh enggak ke sana.

Setelah kontrol, langsung ke Salemba. Jadinya hari ini berangkat naik mobil sama Mama, karena Mama yang anter ke dokter gigi terus langsung deh ke Salemba. Sampai di sana jam 1. Sambil menunggu, kami makan pecel dulu. Mumpung ini gigi belum kerasa ngilu jadi ya makannya enak aja (sekarang sih udah nggak bisa makan yang keras dulu -_-). Terus yang datang lagi ada Nida dan Ipenk. Disusul ka Reza. Terus karena anak-anak Paragita udah pada keluar, jadi kami ya masuk aja, toh kan udah waktunya gantian. Di bawah masih ada sih 5 orang yang makan, ya udah lah nggak apa-apa, nggak mengganggu ini. Hahaha.

Terus latihan dimulai dengan Kidung Mahardika. Semakin terlihat kok bentuknya. Hanya perlu sedikit polesan lagi. Yang pasti, sekarang Kidung Mahardika terasa tak sesusah Senandung Sumatera!!!

Pulang. Depokers, gw menawarkan diri untuk mengajak kalian pulang bareng, mumpung ada mobil nih. Awalnya gw kira Isa dan Martin naik motor. Tapi ternyata oh ternyata, motor mereka ada di kosan ka Reza dan tadi berangkat bareng-bareng ke sini naik kereta. Ya untungnya, setelah ditotal masih 8 orang, jadi masih muat deh. Udah pada biasa kan empet-empetan di mobil ka Ucup dan ka Bram? Yaudah, pasti kalian juga bisa tahan deh di mobil gw, sama-sama Kijang ini. Hahaha.

Seputar keautisan, masih belum ada yang menyaingi Isa. Mulai dari hidup Isa yang penuh alasan, lalu hidup Isa yang penuh cerita, hidup Isa yang penuh.... Penuh deh pokoknya. Badannya juga penuh. LOL. Terus ngomongin soal maba. Yah macem-macem... Terus nge-bully Fika. Hahaha. Mulai dari bercandaan Fika dan salah seorang senior yang 'aneh', lanjut ke pembuatan film, nanti endingnya ada Alice sama Rifky, terus akhirnya lagi ada Martin sama Isa. Dan itu Isa yang ngomong. Plis ya, apa bedanya 'ending' sama 'akhir'???

Katanya, di Fisika masih ada seribu lagi yang kayak Isa. Apa jadinya kalau mereka semua masuk Mahawaditra -___-

Seandainya kalian sudah menetapkan mau makan di mana sebelum sampai di Margonda, pasti gw dan Mama gw ikut makan! Sayang kalian masih bingung mau ambil duit dulu, terus bingung nentuin mau makan di mana bahkan sampai gw meninggalkan kalian di depan RSU Bunda Margonda. Yahhh jadi gw ga bisa meneruskan keautisan kita malam itu dengan guest star Isa!!!

Jumat, 15 Oktober 2010

obsesi ambisi bermusik



akhir-akhir ini kalau santai dan lagi nggak ngapa-ngapain (kadang lagi ngapa-ngapain juga), di otak ini terngiang satu komposisi cukup panjang yang bagi gw bagus.

Beethoven's Trio.

Memang rumit, tapi sebenarnya tidak. Hanya masalah biasa atau tidak saja memainkan scale nada. Karena main scale itu ribet, apalagi ini bukan tangga nada normal, 1 kres membuat not f nya menjadi fis. Haaaa.

Satu lagi, komposisi superpanjang sejauh gw berkarir di orkestra UI, Kidung Mahardhika. Komposisi ini cukup luar biasa. Dan gw yakin akan lebih luar biasa kalau kami bisa sukses memainkannya. AMIN!

Seandainya nanti gw bisa melaju ke jalur lebih pro, gw ingin benar-benar memiliki sendiri instrumen langka ini. Aaaaa! Gw tau kans gw besar dalam instrumen ini, sekarang hanya masalah niat, kemauan, dan kesempatan!

Survey

Gw nggak tahu siapa aja yang baca blog gw ini. Yang pengen gw tau:

1. Kalian tahu blog gw ini dari mana? (mis. googling atau tahu dari gw sendiri?)

2. Apakah kalian mem-follow blog ini? Kalau iya setiap update tulisan dari gw pasti akan kalian ketahui.

3. Sering nggak baca/mampir ke blog gw?

Kalo dirasa nggak penting nggak usah digubris. Tapi yang bisa, tolong jawab ya. Hehehe :P

Rabu, 13 Oktober 2010

10 Kronologis Ke-Random-an Lain Mahawaditra Hari Ini.

Akhir-akhir ini isinya Mahawaditra ya. Yaudahlah, ngusir bete.

Yaitu:

1. Ragu-ragu. Hari ini jadi latian Kidung Mahardhika nggak ya, di sekre? Kok sepi melanglang buana *nah lo bahasa apa ini*... Emang sih kayanya dateng jam 4 ke sekre itu aneh, tapi ah yaudahlah udah lama ga ke sekre ini, sekalian mau ambil 'contekan'... (contekaaan... fingering bassoon kaleee)

2. Akhirnya Rifky datang.... Fuh, ada temen. "Eh Nda, itu konek ke internet ya? Pinjem dong." Oke. Silakan pakai. Sesukamu. Gw juga lagi pengen lihat part Kidung nya, mana mungkin kan sambil pakai laptop. Biasa, situs favorit yang dibuka oleh siapa saja: Facebook dan Twitter.

3. Ow, ada telepon. Ternyata dari teman Rifky yang membawa cello. Rifky keluar untuk mengambilnya. Tapi kok agak lama ya?

4. Ibed datang dengan tampang agak payah. Rupanya lagi sakit... Tahu-tahu lihat laptop. Wah, gawat Rifky, Facebookmu dalam bahaya! Ibed sudah berniat iseng! Tak lama Rifky datang, lalu segera menaruh cello dan panik. "Ibed! Ngapain kamu!!!" "Aaah apa sih! Udah ah biarin!" "Ah nggak!!! Parah lo Bed!" "Apaan sih? Gini doang.. Awas lo apus!!!" "Ah, Bed, aaaah.... Parah lo... Ah, apdet status aja ah, FB gue habis dibajak Ibed...." "Dih, apaan lo?" Ternyata oh ternyata: Ibed menggunakan account Rifky yang idle tadi untuk mengirim wall ke Alice yang berbunyi, "Halo sayang..." LOL LOL LOL

5. Lalu mengobrol sedikit. Tiba-tiba, Ibed menceritakan keluhannya bahwa dia sering pusing, dengan sehari hanya sarapan dan ngemil-ngemil saja. Ya jelas laaaah... Itu kurang gizi banget... Akhirnya Ibed memaksa gw (doilah maksa) untuk membuatkan pola makan untuknya. Woooi gw baru aja dapet ilmu sedikit, tapi kalo lo tetep mau, yaudah ya... itung-itung buat gw belajar praktek... Hehehe. Rifky ikutan juga.

6. Alice datang (lalu shock setelah diperlihatkan buah karya Ibed di wallnya). Kemudian Fika. Kemudian Martin. Kemudian Innes. Kemudian Yogi. Kemudian Kak Reza. Kemudian Isa. Kemudian, latihan dimulai: Kidung Mahardhika.Kemudian, Ibed, Innes dan Martin menjalankan misi iseng nomor 2: mem-printscreen wall kontroversial yang tadi, lalu meng-upload di FB. Kayaknya di albumnya Ibed deh. ahahaaha. Sabar ya Ky, Lis...

7. Latihan sudah selesai. Tapi bagian "Presto" masih menjadi masalah...

8. Sudah pada sibuk sendiri-sendiri. Yogi lihat-lihat flute di eBay, Isa main keyboard, Alice, Rifky, Innes dan Ibed pulang. Fika, Kak Reza dan Martin jadi figuran. *Apa sih???*

9. Yang masih menggaje ria sampai jam 10 lebih adalah gw, Kak Reza, Martin, Yogi, Fika, dan Isa. Wow. Seandainya bisa nginep di sekre. Lalu tercetus ide untuk team building sebelum konser. Boleh juga.

10. Pulang. Kak Reza dan Martin keluar duluan. Yogi sok-sokan ngunci gw di dalem sekre... Dare to do that, Gi? Sebentar lagi mimpi lo bahwa gw menimpuk lo dengan Bassoon akan segera menjadi nyata... Hahahahaha!

Selasa, 12 Oktober 2010

mencoba lah.

oke, emang udah lama nggak ngepos. (pos apa? pos wesel? haha)

1. satu berita bahagia: KEPANITIAAN PANJANG INI SELESAI~ tapi LPJ... alamak LPJ. Kedua kalinya saya berurusan dengan LPJ -- Laporan Pertanggung Jawaban. Fyuh... Karena ini skala nasional, jadi harus lebih serius... Biar kepanitiaan selanjutnya bisa lebih baik lagi...

2. Kepanitiaan masih tersisa 3: FKM Peduli, Pengembangan Kompetensi Gizi, dan Bedah Kampus 2010. Yang akan berjalan adalah Pe-Te dulu. Terus FKM Peduli, terus Bedah Kampus. Astaga jadi inget kalo jumat besok kumpul dekor Bedah Kampus -__- untung ngomongin BK.

3. Harus gimana sih dalam kelas tutorial? Kok dibilangnya kita yang kurang serius, yang kurang bahan, hhh... Gimana sih 2008 sistemnya? Kayaknya mereka emang terlahir pintar mengorganisir deh. dan 2009 memang terlahir biasa-biasa saja.

4. ingin bisa menulis cerita lebih banyak... rasanya dulu lebih produktif dalam menulis, apalagi bersama teman-teman. Kisah yang ringan, mampu menghibur di kala kita membaca kembali tulisan kita... Sepertinya ide-ide saya tersendat di kelas 3 SMA. Kuliah menyita waktu. *alibi*

Kalau ada yang kepikiran lagi, nanti dilanjutin.

Minggu, 03 Oktober 2010

OSUI Mahawaditra - Random Night of Some Mahawaditrans!

Oke, udah lama rasanya nggak nge-blog. Tapi ini tergerak buat nulis juga karena ada hal yang bener-bener… bener-bener konyol, malah super konyol buat gw.

Jadi gini. Ceritanya, hari ini hari Minggu, jadwalnya kami berlatih orkestra demi konser akbar yang akan dihelat pada tanggal 27 November 2010. Dan itu tidak lama lagi bagi kami, yang merasa pencapaian permainan belum menyentuh angka 50%.
Setelah selesai, seperti biasa rombongan Depok pulang bersama menggunakan kereta. Kami ke stasiun dengan taksi, dibagi bersembilan orang – gw, Alice, Yogi, Ka Fahmi, Yoga, Ka Reza, Rifky, Martin, dan Isa. Sampailah di stasiun. Ketika melihat papan keberangkatan ekonomi AC: 21.30, kami segera memutuskan untuk naik kereta ekonomi saja. Kami pun naik ke peron setelah membeli tiket.
Kejadian konyol #1.
Kami sudah optimis bahwa di hari seperti ini kereta pasti penuh. Ketika kereta datang, bener sih, rame. Jadi kami memutuskan untuk tidak naik dan menunggu kereta berikutnya. Kami pun duduk kembali. Selanjutnya, terdengarlah pengumuman bahwa akan datang kereta menuju ke kota pada peron 1.  Ya jelaslah pada panik. Kalau ada yang ke kota mending ikut yang itu, lalu menunggu di kota tetap di dalam kereta, lalu keretanya kan nanti balik lagi ke Bogor.
TAPI, ADA YANG ANEH. Gw bersumpah yang gw denger adalah KERETA KE BOGOR. Tapi petugasnya bilang JALUR 1. TAPI GW LIHAT LAMPU KERETANYA DI JALUR 2--yang benar-benar rute Bogor!!! Kombinasi antara pengen ngasih tahu yang lain dan pengen nyusul yang lain yang udah buru-buru pindah peron, gw akhirnya menenteng-nenteng anak gw (bassoon) tergopoh-gopoh menyusul 8 anak itu. Dan, gelonya… ketika yang lain sudah sampai di peron, mereka mengumpat gara-garaaaaa… yang datang kereta di jalur 2. See???
Ya sudahlah, untungnya sesaat kemudian kereta ekonomi yang ke arah Kota datang. Psst, itu gw pas di bawah banget. Jadi yang lain neriakin gw buat buru-buru naik ke peron lagi. Entah ada hidden power apa yang ada di dalam gw, gw mampu lari di tangga dengan membawa bassoon! (Tepuk tangan dong buat gw!!!) LOL.
Alhamdulillah, kereta itu kosoooong. Kami bersembilan bisa duduk. Bahkan cukup dalam sederet. Hahaha.
Kejadian konyol #2.
Kami menanti keberangkatan kereta dari Kota kembali ke Bogor. Karena kereta cukup sepi, jadi suara kami yang mengobrol dengan suara cukup keras pun terdengar sangat berisik. Dan – inilah kejadian konyol kedua-nya. Seorang engkong-engkong (karena beliau menyebut dirinya sendiri begitu!) berkata, yang kurang lebih seperti ini, “Hei, kalian dari tadi ribut aja, coba nyanyi satu lagu buat engkong! Nanti engkong bayar deh!” Gw lupa sih persisnya kaya apa, mungkin yang inget banget adalah Rifky, Ka Reza, Yoga, Martin, dan Isa.
Kemudian selama kurang lebih 5 stasiun mereka (ya, merekaaa. Gw, Alice, Yogi, dan Ka Fahmi nggak [mau] ikutan) mengobrol. Yang konyol salah satunya:
Engkong: “Siapa tuh namanya konduktor Philharmonic?”
Siapapun salah satu dari mereka: “Addie MS”
Engkong: “Yeee, Addie MS mah Twilite! Lebih tahu engkong daripada kamu! Udahan ah ngobrolnya!”
LOL. Sumpaaah pengen ngakak tapi kasihan juga sama mereka yang ngeladenin obrolan sama engkong itu.
Akhirnya diketahui dari obrolan itu, engkong itu penikmat seni juga. Katanya, suatu saat kalau udah break dari kegiatan orkestra ini, untuk menjaga jiwa seni kita, kita harus menonton teater, mendengarkan musik. Hmm. Satu lagi orang tua yang memiliki pengalaman seni.

Gw, Alice, dan Yogi lebih memilih untuk ber-twitter ria. Saling me-retweet satu sama lain. Ini konyol juga sih. Deket-deketan kok retweet-retweet-an…

Kalau suatu saat Yoga, Ka Reza, Rifky, Martin atau Isa bersedia untuk menceritakan kronologis malam ini, mungkin akan gw publish juga di blog. Huahahaha!!!
Akhirnya kami berpisah di stasiun Pocin. Maksudnya, yang lain turun, gw masih nunggu satu stasiun lagi. Gw turun di Depok Baru. Akhirnya, rumah!!! Istirahat, besok kumpul jam 6.30 pagi buat kuliah umum di PRJ dalam kongres vegetarian sedunia!