Senin, 29 Agustus 2011

2012

Geng hura-hura sudah merencanakan akan nonton konser Malaysian Philharmonic Orchestra pada bulan Maret 2012. Sebenarnya dari awal aku memang tidak terlalu tertarik pada agenda konser MPO yang bulan Maret itu. Dan... memang nggak mau ikut, sih. Karena aku sudah punya janji pada temanku yang di Melbourne, akan ke sana mengunjunginya. Entah pada bulan apa aku akan benar-benar merealisasikan janji itu, yang pasti aku harus menabung.

Oh iya, tak cuma Melbourne, tapi juga Tokyo! Untuk mengunjungi teman satu lagi, yang juga sedang menjalankan exchange program. Alibi saja sih, sebenarnya karena ingin jalan-jalan. Tapi mumpung ada teman yang di sana, jadi ada temannya, kan. Hihihi.

Dan inginnya, aku pergi sendiri. Sendiri. Sendiri, tolong, jangan ada yang beralasan ingin ikut, 'kebetulan bertemu di sana karena kebetulan sedang ada urusan juga', atau alasan apa pun. Kecuali orang itu sudah mengantongi izin dariku. Siapa sih kamu Nda? But I really mean it.


Sejujurnya aku ingin ketenangan, itulah kenapa aku ingin sendiri saja ke sana dan hanya ada temanku dan aku.

A Romantic Night With Mahawaditra

Kembali lagi dengan kisah seputar konser termutakhir dari Mahawaditraaaa! (Apaan sih? Biasa dong...)


Pada tanggal 29 Juli 2011 Mahawaditra menggelar konser yang membawakan komposisi-komposisi dari periode romantik. Temanya ' Romantic Concert'. Jadi yaaa... entah apa yang kemudian membimbing kami untuk mengadakan konser dengan tema ini. Dan, asal tahu saja, sepanjang Juli-Agustus beberapa orkestra lain juga mengadakan konser dengan tema yang sama, romantik. Entah apa yang membuat kami semua sepikiran untuk membuatnya!

Dari awal penentuan komposisi yang akan dimainkan, rasanya seperti memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap pemain. Materi yang, tak bisa dibilang average, akan dibawakan oleh kami yang kebanyakan masih dalam tahap belajar. Baiklah, kami terima segala materi itu. Jumlahnya, tahu? Lebih dari 10. Yah, oke, sebut saja ya. 18. Kalian boleh kok, berseru 'Apa?!' dengan gaya seperti di sinetron dengan zoom in dan zoom out segala. Hahaha. Kami mau rekaman album nih, bukan konser. Ya, kali.

Singkat cerita, masa-masa latihan itu berat. Berat sekali. Dengan materi yang demikian, kami harus mengatasi keamatiran kami sendiri. Rasanya, semakin dilatih malah semakin berantakan. Sampai akhirnya hari terakhir latihan di Salemba, sampai besoknya akan gladi resik, kami memasrahkan segalanya pada Tuhan. Kami telah berusaha dan berdoa.

Pada hari yang ditentukan, bohong kalau kami nggak merasa gugup. Kami merasa tekanan kali ini makin berat. Tapi kami sudah nggak bisa mundur lagi. Apapun hasilnya nanti, inilah kami yang telah berusaha semaksimal kami mampu. Khususnya aku, dengan kondisi reed yang sebenarnya tidak layak (sudah terbelah di dua bagian), aku tetap percaya masih bisa menghasilkan nada-nada yang tertera di partitur walau harus menggunakan trik fingering.

Dan entah kenapaaaa, di konser kali ini aku merasa bagian untuk divisi tiup menonjol, walau mungkin not yang dimainkan tidak sekompleks divisi gesek. Yang epic bagiku adalah komposisi "In the Hall of Mountain King". Ah, tolong jangan tanya, ketika kau melihat score-nya pasti kalian akan langsung ngeh. Pokoknya itu epic fail. Salah.

Sampai akhirnya konser benar-benar berakhir, aku tidak tahu harus merasa senang atau... ah, pokoknya itu awkward moment banget. Tak tahulah...

Maaf juga kalau aku mengakhiri tulisan mengenai konser kali ini dengan aneh, gantung, atau apa pun itu. Karena sampai sekarang rasanya juga masih awkward.

Sabtu, 27 Agustus 2011

Astaga

Lama tidak ke sini!

Tapi aku mau menceritakan sampai saat ini sudah ada acara apa saja yang terjadi. Kemarin Juli, ada Romantic Concert dari Mahawaditra. Yeah, komposisi-komposisi yang kebanyakan bertipe Waltz, dan bikin ketagihan. Sleeping Beauty's Waltz, Emperor Waltz,Waltz of Flower... Dan yang dirindukan, sesi-sesi latihan yang bikin 'benci tapi rindu'.

Oh iya, akhirnya aku punya reed yang baru, dua lagi. Oke, yang benar-benar baru cuman 1. Tapi bagiku tetap saja dua-duanya baru, habis suaranya enak banget :3 Jadi betah main bassoon.

Hal selanjutnya yang ingin kulakukan secara intens adalah melanjutkan cerita Alya dan Rafi, biar beneran jadi novel. Ayolah, Nda, waktu SMP idemu begitu lancar, kreativitas membara. Kenapa sekarang menciut?

September, Display UKM dan Wisuda menanti. Berarti Mahawaditra akan kedatangan para anggota baru 2011!