Selasa, 02 September 2014

Wake Up When September Starts

*insert drumrolls sound here*

Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua.

Bukan, saya bukan mau pidato, tapi karena sudah lama, lamaaaa sekali nggak mampir ke sini, maka saya menagih janji saya sendiri untuk lebih aktif menulis yang dideklarasikan beberapa bulan lalu di post sebelumnya. Mungkin ujungnya akan menjadi semacam buku harian, ya. Tapi tak apa, mungkin saja bakalan ada informasi menarik yang akan saya bagikan di sini. Mungkin... Hahaha.

Sebenarnya kembalinya saya ini disebabkan oleh saya yang sedang ingin galau dan tiba-tiba membandingkan diri dengan sekitar saya (bukannya kerja, hus hus hus). Teman-teman seangkatan (dan yang tidak seangkatan #...) tidak sedikit yang melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, jenjang pascasarjana atau populernya S2. Dan bulan ini, tentu saja, adalah bulan September, di mana pada umumnya universitas memulai masa studi bagi para mahasiswanya. Berarti juga teman-teman saya sudah pada mulai kuliah lagi.

Ingin belajar lagi? Kalau saya bilang, 'Ah, ntaran dulu deh. Kuliah S1 aja lulusnya molor satu semester, mau kuliah lagi? Mau berapa lama lagi? Nanti molor juga, lagi. Dan duit dari mana?' berarti saya cuma jadi orang munafik (ceileh bahasanya). Karena sesungguhnya, sejak dulu sebelum lulus pikiran untuk lanjut studi S2 sudah ada, namun baru belakangan ini terpikir hingga spesifik mau di bidang apa. Mungkin tidak nyambung dengan studi pertama saya (dari awal juga studi S1 saya kurang nyambung sama minat dan hobi saya sih), tapi saya ingin melanjutkan studi di bidang Manajemen, khususnya Manajemen Pemasaran.

.....

Saya bisa dengar nafas kalian yang tercekat karena syok, kok. Iya, saya juga bisa lihat alis kalian naik setelah mendengar saya ingin belajar Manajemen Pemasaran. Kenapa sih harus Manajemen Pemasaran yang menarik perhatian saya?

Saya percaya cinta yang tulus tidak pernah mempermasalahkan alasan mengapa cinta itu terjadi.

Terus saya geli sendiri sama pernyataan yang barusan saya tulis.

Apa ya, kalau saya bilang, 'Nggak tahu, pingin aja,' artinya saya tidak benar-benar serius ingin mempelajari hal tersebut, dan menunjukkan saya tidak punya tujuan yang jelas selepas studi selesai nantinya. Hal yang terpikir oleh saya adalah, saya ini, menurut beberapa orang, kalau lagi 'memasarkan' sesuatu (atau bahasa gaulnya 'promosi'), pasti orang-orang jadi kepingin coba. Khususnya soal kuliner, sih. Dan sebagian besar percaya dengan ulasan yang saya buat mengenai suatu produk. Salah satu teman bahkan pernah nyeletuk, "Udah Nda, kamu jadi bagian marketing aja deh!" Itu membuat saya semakin ingin tahu mengenai dunia marketing atau lokalnya 'pemasaran'.

Sejauh ini, memikirkan masa depan (EHEM!) juga, target saya adalah Telkom University atau gaulnya disingkat menjadi Tel-U. Belum ada kandidat universitas lainnya, sih, tapi mungkin ada yang punya saran untuk jurusan Manajemen Pemasaran di universitas di Bandung, mungkin bisa kasih saya rekomendasi.

Baru sebatas keinginan? Bukankah mimpi dan keinginan itu awal dari tindakan? Tentunya didasari juga dengan motivasi dan usaha, dan tentunya petunjuk dari Allah, saya yakin nanti akan ketemu sama keinginan saya yang satu ini, meski saya sendiri belum tahu kapan waktu pasti mimpi ini akan dapat terwujudkan.

Saat ini, saya selalu memotivasi diri untuk fokus terlebih dulu pada jabatan yang diamanahkan pada saya di salah satu perusahaan swasta di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Tidak banyak orang yang dapat dengan mudah memperoleh pekerjaan, terutama di ibukota ini, jadi saya selalu bersyukur dan mengingat hal itu ketika saya mengalami demotivation dalam bekerja.

Paragraf terakhir mulai tidak nyambung dengan tujuan awal tulisan. Jadi mari saya akhiri, seperti biasa, sebelum melantur lebih jauh lagi.

:")