Jumat, 20 April 2012

20042012 - Prolog?

Jadi, semalam gue tidur jam 12.30-an. Karena baru pulang jam 12 malam. Mana HP gue mati dua-duanya gara-gara krisis batere, jadi nggak bisa lihat apa-apa. Sampai di kamar langsung nge-charge dua-duanya. Yang BB langsung dinyalain. Weits, nongol satu mention-an Twitter dan satu BBM. Dari salah seorang teman seperjuangan di FKM dan OSUI Mahawaditra, yang memberi ucapan selamat pada gue. Dan... detik itu, gue baru sadar kalo gue ulang tahun.

"Oh iya, sudah tanggal 20 April, ya..."


Tak hanya itu, rupanya ada juga beberapa teman gue yang masih begadang dan selewat di Twitter, kemudian turut me-mention gue dengan ucapan selamat. Setelah membalas beberapa dan merasa nggak kuat melek lagi, gue tidur.

Paginya cukup ramai yah :"> Lampu LED berwarna merah tak henti berkedip. Capek sendiri balas satu-satu, tapi menyenangkan. Kalau dibalas dalam satu status sekaligus nggak asyik, gue menghargai orang-orang yang mendoakan gue dengan cara membalas satu-persatu (atau dua-tiga, paling banyak untuk balas mention di Twitter).

Ah, renungannya jangan di post yang ini, ya. Nanti panjang. Mau meditasi dulu buat bikin satu karya tulis untuk hari ini...

Kamis, 05 April 2012

Sudah Masuk Bulan April, Sih...

...sudah boleh galau, dong, ya. Galau itu apa sih.


YAK! Tahun lalu... Gue mengucapkan 'Happy Birthday!' ke diri sendiri, dengan harapan dapat makin dewasa melepas dasawarsa kedua gue. Sekarang tahun pertama lepas dasawarsa itu hampir mencapai batasnya, dan setelah batas itu terlewati, gue akan mulai menjalani hidup di periode tahun berikutnya.

...keh, jadi gini omongannya :|

Aaanyway! Lagi sibuk-sibuknya, menjelang magang masyarakat di semester 6 ini yang nggak dibolehin pulang sama dosennya selama sebulan dari tempat magang. Pas pramagang, paiiit banget prosesnya. Pas magang, (kayaknya nih, kayaknya) bakal senang-senang di sana. Pascamagang, eaaaa, laporanlaporanlaporan, baik yang individu (oh man) maupun kelompok.

Kalau ditanya lagi sibuk apa lagi, hng... Tak diduga tak dinyana, ternyata janji tinggal janji, ya. Yang tadinya mau hengkang dari aktivitas sosial kampus, nyatanya... Yeah, berhasil sih yang bagian 'nggak ikut kepanitiaan apapun', tapi gantinya... Masuk KOPMA, L'Adorer, ikutan jadi volunteer Kineforum, dan... masih koordinator section Mahawaditra. Krik. Ini sih, lebih parah daripada kepanitiaan. uhukcurcoluhuk


Konser Mahawaditra kapan lagi? Juni, brosis, Juni. Insya Allah. Dalam rangka menyambut liburan semester (iya, gue tahu, gue juga bisa kok denger hati sanubari kalian berteriak, 'YES LIBUR!'), sebelum pada ngabur pulang ke kampung halaman, nggak ada salahnya kan menghibur diri dulu dengan hiburan elegan, jaman dulu yang bisa nonton konser orkestra cuma kalangan bangsawan dan orang-orang kaya tajir mampus ngejengkang, lho! teruskenapa


Oke, cukup dulu nyerepetnya, kalo diterusin bisa panjang kayak satu bab novel padahal emang niatnya mau dijadiin novel uhuk. Yasudah, sampai ketemu di tulisan galau berikutnyaaa! *lambai-lambai*

Sabtu, 24 Maret 2012

Bulan Film Nasional, 15-31 Maret 2012

...dan plan B.

----------------------------------------------------------------------

Hellooooo! Tebak, tanggal 30 Maret itu hari apa? Hari Jumat? Sudah pasti lah. Pasti pada nyontek kalender. Tapi bukan itu, tanggal 30 Maret adalah Hari Film Nasional! Iyey!

Dalam rangka Hari Film Nasional yang diadakan di bulan Maret, maka Kineforum menyelenggarakan rangkaian acara Bulan Film Nasional dengan tema "Sejarah adalah Sekarang 6", yang terdiri dari pemutaran film, pameran poster film Indonesia, dan akan ditutup dengan bazar dan konser musik. Ada 7 program film dalam BFN: Kami Membaca Sjuman Djaya, Focus on: Edwin, Ekranisasi Tak Pernah Mati, Petualangan Warkop, Omnibus, Dokumenter Indonesia, dan Kinefilia: Sejarah sebagai Interteks. Dalam tiap programnya, terdapat mulai dari satu hingga 7 film. Jadi total judul filmnya? Mencapai 20, bahkan lebih!

Nonton film harus bayar? Di Kineforum, segalanya berserah pada kemurah hatian para penikmat film. Film-film yang ditayangkan dapat ditonton secara gratis! Tapi tak menutup kemungkinan bagi yang mau memberi donasi setelah menonton film, sifatnya sunnah kok, agar Kineforum tetap dapat menayangkan film-film berkualitas untuk kalian semua :) Namun pada BFN ini, ada satu program film yang memerlukan donasi untuk mendapatkan tiketnya, yaitu film-film dalam program Focus on Edwin, sebagai penggalangan dana untuk membawa film "Kebun Binatang" roadshow di Indonesia. Selain film dalam program itu? Gratis!

Ada apa aja, sih?

Silakan download buku program Bulan Film Nasionalnya, lalu tentukan jadwal nontonmu di kalender ya :)

----------------------------------------------------------------------

...terus, plan B itu tadi apa?

Ah, nggak penting, cuma segelintir aja yang tahu maksudnya. Jadi, tadi baru ngecek harga tiket buat rencanaku dan beberapa teman. Jreeeng, sudah jadi dua kali lipat harganya, bahkan lebih. Akhirnya jadi merenung,

apa diganti jadi rencana keliling Indonesia--paling enggak, Pulau Jawa--ya?

=))

Sabtu, 04 Februari 2012

Kineforum dan AtAmerica

Yeah, hari ini aku berkelana sendiri lagi. Rasanya aku ini memang tipe penyendiri ya, lebih sreg melakukan segalanya sendiri ._.

Jadi, hari ini aku ke Kineforum di Taman Ismail Marzuki, Cikini, untuk memenuhi panggilan dari Kineforum setelah aku submit CV untuk menjadi volunteer dengan posisi frontdesk dan frontdoor. Jadi, mari berangkat--dan telat.

Angkot ke stasiun: Rp 2.500,00
Kereta CL (Depok Baru-Jakarta Kota): Rp 6.000,00

Dah ya, bahkan aku sms sama koordinator volunteer Kineforum bahwa aku akan telat. Udah tahu telat, sampai di Cikini, masih perhitungan ongkos aja, jadi ujung-ujungnya jalan kaki sampai Taman Ismail Marzuki. Karena berpikirnya TIM itu deket, deket, deket, jadi nggak terasa jalan kaki ke sana.

Setelah selesai ngobrol perdana dengan koordinatornya, diberitahu bahwa tanggal 18 Februari besok ngumpul lagi untuk penjelasan lebih lanjut mengenai Kineforum dan kerjanya. Waktu ngobrol itu ada 2 orang yang dari Kineforumnya, lalu tiga volunteer baru; aku, Anniesa, dan Felicia. Kami bertiga rupanya satu kampus, Anniesa dari Sastra Rusia 2010, Felicia... Komunikasi, mungkin. Lupa.

Setelah itu, aku keluar TIM dan memutuskan untuk naik Kopaja 20 sampai mencapai jalur Transjakarta. Eh, tahunya ada Anniesa di dalam yang naik duluan nggak jauh dari tempatku. Hujan deras banget. Tapi pas menyentuh ujung Kuningan, hujannya berangsur berhenti. Aku pamit duluan pada Anniesa dan turun di halte Transjakarta Setiabudi. Naik TJ sampai Dukuh atas, lalu transfer ke rute Blok M-Kota yang ke arah Blok M, turun di halte Polda untuk mencapai Pacific Place.

Kopaja 20 (Senen-Lebak Bulus): Rp 2.000,00
Transjakarta: Rp 3.500,00

Hah? Ngapain di Pacific Place?

Ada sebuah pusat kebudayaan Amerika yang bertempat di Level 3 Pacific Place. Dalam rangka merayakan 1st anniversary mereka, mereka mengadakan serangkaian acara yang menarik, salah satunya adalah donor darah. Yak, acara donor darah itulah yang jadi tujuanku ke sana. Kalian pikir, konyol nggak sih, hanya demi donor darah sampai ke Pacific Place segala? Di PMI kan bisa, atau kalau ada event di kampus?

Menurutku sih nggak percuma kok. Toh kan aku sekalian jalan-jalan (walau sendiri), juga menggerakkan badan. Selama liburan ini kalau nggak keluar rumah, rasanya gatel banget pengen jalan-jalan.

Sebelum ke AtAmerica (tulisannya @america), aku solat dulu di level 2. Baru setelah itu ke AtAmerica. Aku sendiri baru dua kali ke sini, tadi yang kedua. Sayangnya aku nggak bisa datang dari pagi, padahal ingin nonton semifinal AtAmerica Idol, ada salah satu mahasiswa FKM UI 2010 yang berpartisipasi di situ.

Beuh, di dalam dingin sekali. Pas ngukur tekanan darah, aku kaget, ternyata rendah juga. 100/70. Tapi yaudahlah ya, Hb normal, nggak masalah. Di tempat ambil darahnya apalagi dinginnya. Jadi petugasnya sempat kesulitan mencari pembuluh darah untuk ditusuk karena hawa dingin. Wah, ini sophisticated sekali, donor darah di tempat elit. Mahahaha. /woy

Aku mengobrol dengan petugas yang mengambil darahku. Rupanya dia 2 tahun ini berusaha ingin kuliah di kelas ekstensi FKM, tetapi selalu terlambat dan pas ngecek sudah mulai perkuliahan. Setelah selesai, aku keluar dan menerima ransum untuk menggantikan darah yang diambil. Sayang air panasnya udah habis, jadi aku nggak bisa makan pop mie langsung di situ... Pas keluar, dapat lagi goody bag dari AtAmerica berisi brosur dari PMI, majalah dari PMI, juga kaos, stiker dan pin 1st anniversary AtAmerica. Wuah.

aku dapat kartu donor dari PMI pusat :') kejutaaan...

Setelah itu, sempat galau mau lanjut ke Balai Kartini atau nggak buat nonton Hellofest8, tapi akhirnya memutuskan untuk nggak, kalau aku pingsan di sana karena kurang darah, siapa yang mau nganter pulang? Jadi memutuskan untuk kembali bertransjakarta. Karena malas menunggu di Cawang (dan ini masih harus transfer Transjakarta lagi), aku memutuskan untuk ke Stasiun Jakarta Kota saja, yang di ujung.

Kereta CL (Jakarta Kota-Depok): Rp 6.000,00
Angkot (Stasiun-Komplekku): Rp 2.500,00

Setelah pulang, aku lega. Rumaaaah!

Jadi, total ongkos hari ini:
Rp 22.500,00
(tambah beli minum Rp 1.500,00 jadi totalnya Rp 24.000,00)
Yaah... bagus deh nggak nyentil 25ribu =w=

Senin, 30 Januari 2012

Misro

2 jam lebih, sodara-sodara.

Nggak nyangka bikin misro aja butuh waktu selama itu. Emang sih, kayanya pergerakanku lama--memarut dan memeras parutan singkong sambil nonton dorama di laptop. Rasanya aku terlalu khidmat mengerjakan semua itu. Sampai-sampai di air perasan singkong parut itu ada tepung yang mengendap akibat terlalu lama dibiarkan. Hehehe.

Udah capek-capek mengisi parutan singkong tersebut dengan rajangan gula merah, hasilnya ada 24 bulatan sedang saja. Yah, tak apa lah. Kan kita belum tahu gimana rasanya kalau belum digoreng dan dicicip. Apakah misro yang kadar airnya sedikit ini lebih enak daripada misro yang biasanya dibuat tanpa memeras parutan singkongnya terlebih dulu?

Jengjengjeng...

Jumat, 27 Januari 2012

Adventurous Day!

Hai hai, hari ini entah kenapa, sesuatu.

Jadi, pagi ini, gue dan kawan gue, sebut saja Lenka (bukan nama asli) berasa buronan pergi ke Palmerah untuk menyerbu ke PestaKomik Kompas Gramedia. Rencana sih gue dari Depok ke Lebak Bulus pagi, jam 8, tapi rencana tinggal rencana... gue sampe terminal Depok aja jam 9. Belum lagi nunggu sang pahlawan Depok-Simatupang-Lebak Bulus, Deborah nan ungu dan unyu nongol. Nunggu-nunggu-nunggu, akhirnya 9.23 nongollah itu kaca depan Debby tersayang yang selalu dirindukan setiap insan yang membutuhkan *hoek*.

Pikirannya, kalau naik dari terminal, bakalan dapet kursi, tahunya nggak juga. Udah penuh bahkan udah ada yang berdiri. Ya.. sudahlah, berdiri. Dan lo tau kan yang khas dan tiada tara dari Debby? Yak, overload is not a big deal, asal bisnya nggak njomplang, semua disuruh masuk. Woy, di dalem udah gepeng luar binasa! Dan lo tau posisi gue dimana? Di antara sandaran kursi dan pintu Debby yang tengah. Ya, terjepit di antara pintu dan sandaran kursi. Yang gue heran, kok muat yah? Kayaknya jarak antara pintu dan kursi itu sempit banget deh (bayangin aja yah). Gue ngerasa enak, positive thinking, gue kurusan. Amin. *dilempar* Dan kalau udah naik Debby, selalu ada kisah tersendiri. Gue selalu dibawa have fun aja. Alhamdulillah, posisi gue tergolong nyaman untuk ukuran naik Debby. Sementara yang lain di tengah-tengah, terhimpit, gue di pinggir, dekat jendela, sirkulasi udara lancar. Selain itu *duh maaf ya pak supir dan para penumpang* melihat orang-orang yang beradu mulut (supir, penumpang) misalnya pas mengumpati kendaraan lain, saling mencaci penumpang dan supir, hal itu terlihat... entah, selalu bikin gue pengen ketawa. Walau berantem mulu, tapi tetep aja pada naik Debby *yaiyalah, nggak ada saingan gitu untuk trayek Depok-Lebak Bulus!*

Sampai di terminal Lebak Bulus, gue beli roti dulu *belum sarapan woy* di warung. Lumayan, perut terisi. Setelah itu, menunggu Len sebentar. Setelah Len datang, kami naik kopaja 86. Dan... obrolan kami seputar rencana jalan-jalan bulan Juli nanti. Satu kesimpulan adalah: uang, uang, uang (le_fuu) berhematlah, carilah rezeki sebanyaknya /plak

Sampai di Palmerah, ternyata kami masih harus jalan lagi karena lokasi PestaKomiknya di gedung yang di Palmerah Barat. Yaaa nggak jauh, lah. Lumayan, olahraga. Ketika akhirnya kami masuk ke lobi gedung, ada 4 area terpisah, 2 spot untuk komik lima ribuan dan paketan, dua lagi untuk yang diskon 20%. Kalau gue... spontan sih nyari rak dimana komik-majalah (semacam Shonen Star) berada, lalu berburu nomor-nomor lama. Dan... yeah, sesuai ekspektasi, harganya lima ribuan! Tapi... nomornya nggak banyak, gue cuma berhasil nemu 6 nomor. Hiks, ya sudahlah, tak apa.

Len memborong *nggak juga sih* komik, ada juga yang titipan. Gue juga beli yang diskon 20%. Hmm... kalau dihitung-hitung sih, untuk yang 20% ini, rasanya mending gue ke TM pagi-pagi pas baru buka, ambil komik yang dimaksud, terus langsung bayar ke kasir. Diskonnya bisa sampe 25% tanpa nunggu ada pameran atau pesta-pestaan.

Sudah lelah ngiter, akhirnya kami berjalan kembali ke arah Palmerah Utara, menyeberang rel kereta, dan menunggu 86 lagi. 86 ini ternyata sama aja kaya Debby--kehadirannya sangat dinanti oleh setiap insan karena jarang. Akhirnya datang, dan... penuh. Oke, di kopaja itu pas dapet duduk gue sempet tidur, lumayanlah. Anginnya cepoi-cepoi sih. Rencana kami setelah ini adalah makan di Rumah Sushi hellyeah, gue kayaknya bisa banget jadi promoter Rumah Sushi. Tapi, kami menyentuh Margonda jam 5. Masa iya mau nunggu sejam. Akhirnya kami ke rumah gue dulu, ngaso. Rencana dari rumah, naik motor berdua.

Tapi... motornya dipake adik gue ke kampus. orz. Baiklah. Suruh dia cepat pulang. Tapi begitu mama dan papa tahu gue sama Len mau nyushi (again, my frankness rules, I can't lie!) di Juanda, mereka bilang mau ikut, dan suruh adik gue ikutan juga. Ta-daaaa! Jadilah, keluarga gue dan Len makan bareng di Rumah Sushi. That means: Happy Card gue dapet stempel untuk yang pertama~ iyey~ #naon

Hujan, lho, hujan. Iya, badai pas tengah-tengah sesi makan. Tapi nggak terlalu kencang anginnya, jadi kami tetap bisa menikmati menu kami malam ini dengan santai: Tomodachi, Little Monster, Bella Luna, Black Jack, dan Ebi Salmon Roll. Mau dibahas? Biar ngiler /plak

1. Tomodachi Roll

Kalo kata orang-orang dan Rumah Sushi, yang satu ini tuh jadi menu favorit. Best seller. Apa sih isinya? Keju, Kani Stick. Digulung di antara nasi dan selembar nori, lalu digoreng dengan tepung tempura. Udah! Nah, itu apa yang bertebaran di sekelilingnya? Itu kremes, you can say so. Lalu yang lumer di atasnya, membentuk garis-garis itu? Non! Itu bukan mayones, guys, tapi KEJU LELEH. Omijot, keju everywhere~ Nggak nahan dehhhh! Dan harganya? Rp22,000.00 saja. Ukurannya? Gede, masbro, mbaksis, diameter ada kali 4cm.


2. Little Monster
image
You know what? This one's really a monster, and it's little! Terdiri dari 8 potong sushi roll, itu yang meleleh-leleh di luar bukan keju seperti yang sebelumnya, sodara. Tapi itu SPICY MAYO! Yoi, pedas, pedas, pedas! Ini benar-benar... mangstab. Isinya? Salmon, tentu. Dan... yang ini juga ada kremesnya :) Karena kebanyakan sushi fusion (dan hasil eksperimen), yang satu ini juga merupakan tipe 'sushi matang', karena digoreng dengan tepung tempura. Lumayan, Rp29,000.00 :9











3. Bella Luna Roll
image
Yang satu ini, masih sodaraan sama si Tomodachi. Bedanya, kalau Tomo isinya crabstick, kalau si Bella ini, isinya Tuna. Dan karna masih sodara, jadi... nggak jauh-jauh dari KEJU!!! Ya, KEJU! lebay

Harganya juga nggak jauh kok dari Tomo... yaaa... Rp26,000.00 lah... Kan pakai daging ikan asli hihihi. Dan karena masih SODARAAN, ya, sodaraaa... jadi ukurannya mirip sama Tomo :3












4. Black Jack Roll
Black Jack! Kalau dubbernya Po, Jack Black! *apalah*

Yang satu ini bener-bener kerasa blackpeppernya. Saus Teriyaki tersembunyi di bawahnya. Itu yang di atas... snack kentang *piiip* rasa rumput laut yang dialiri saus teriyaki. Yang hitam-hitam nempel di bodi? Wijen hitam, qaqaaa. Yang satu ini menurut lidah gue dan mama agak terlalu asin. Hummm. Harganya... cukup murah karena ukurannya nggak sebesar tiga pendahulunya di atas, yaitu Rp19,000.00 ya qaqaaaa


5. Ebi Salmon Roll
Terdiri dari enam potong, Ebi Salmon Roll ini, seperti namanya, dilapis oleh irisan daging ikan Salmon mentah. Isi rollnya, nasi (pasti), dan Ebi Tempura (itu keliatan kan ekor udangnya nongol?). Kalau yang satu ini, gue punya cara makan sendiri: Pisahkan daging salmonnya, makan rollnya dulu, baru salmonnya *trik pengen sashimi tapi karena nggak ada menunya jadi begini deh*. Ukurannya? Cukup gede kok. Harganya? Lumayan, Rp36,000.00 yah. Salmon, loh, salmon! #teruskenapa



Dan, ada satu lagi cerita unik dari malam ini, masih berhubungan dengan nyushi. Apakah itu? Berhubung hujan makin lebat dan badai, so pasti tetesan air di pinggir tenda ke mana-mana. Solusi dari mas-mas giordano pramusaji Rumah Sushi adalah: lepas saja satu bagian dari tiap kaki sehingga tenda menjadi pendek. Voila, jadilah 'tenda makan'! Waktu itu sih cuma 3 meja yang terisi, jadi nggak rame-rame amat.

Ini, bayangkan saja, tenda sejajar dengan meja.
Oke, ini seru--lebih seru daripada main rumah-rumahan dengan membalikkan kursi makan dan mengikatkan selimut ke tiap kakinya. Gue gak tahan buat gak ketawa tiap mas-masnya nunduk dulu kalau mau ngampirin kami, pas kami minta bill. Untungnya, pas kami udah mau bayar, tendanya udah diangkat lagi, jadi bisa liat lagi deh dengan jelas tanpa harus nunduk-nunduk :D

Oke, sudah kenyang, bayar sudah. Sapaan khas itu terdengar, salah satu: "Terima kasih Kakak," yang lain menyahut, "TERIMA KASIIIIH!"

di kasir Alfamidi
Kemudian, kami mengantar Len sampai depan Detos biar dia bisa naik taksi buat pulang. Setelah itu, kami mampir ke Alfamidi di perjalanan menuju rumah. Insiden 'minimal 50.000' terjadi. Jadi, belanjaan kami sebenernya cuma 39.000. Tapi karena pada nggak bawa cash money, terpaksalah pakai kartu, dan minimal penggunaan 50.000. Akhirnya, ditambahlah dengan shampo (yang tadi dikembaliin papa) dan karena kurang 100 rupiah, gue comot aja tuh Chupa Chups di deket kasir. Udah, kan?


Setelah itu, kami pulang! HOME!

Perjalanan hari ini menyenangkan, makasih ya Len yang udah mau menemani ke PestaKomik (walau sebenernya ketjewa karena nggak terlalu banyak yang bisa diburu) dan berakhir dengan ngaso di rumah gue dan nyushi sama keluarga gue. Semoga nggak kapok :P dan makasih buat keluarga gue yang dengan random-nya, tiba-tiba mau ikut nyushi malem-malem (oh mama oh papa, kalian itu sungguh terlalu :D) dan adek yang bersedia disuruh pulang cepet karna tadinya motornya mau dipake, akhirnya nggak jadi karena perginya naik mobil...

Depok, 27 Januari 2012
00.59

Rabu, 25 Januari 2012

Kemudian Tiba-tiba Cegukan.

A-Apaan tuh tadi?

Lagi enak-enak mandi, tiba-tiba ada bunyi air gemrobyos, kirain keran jebol, tahunya di luar hujan badai. Dan cuma beberapa detik. :|
Club Cooee