Hujannya awet. Dinginnya oke. Pas banget buat tidur sampai siang, bahkan kalau perlu sampai hujannya berhenti. Lihat saja, adek yang masih pulas sejak tadi, dan mama yang tidur lagi karena udaranya dingin.
Aku?
Memanfaatkan kesunyian.
Minggu, 08 Januari 2012
Kamis, 05 Januari 2012
Menggalau is Menggalau
| gambar di iklan (source: Pizza Hut Indonesia) |
![]() |
| setelah kami makan--benar-benar cuma sisa, lapar beneran yah :P (tapi sesaat setelah ini, semua yang kamu lihat di atas hanya fatamorgana :P) |
Pizza Hut's Delight Set Ber-2:
-2 Coke
-1 Garlic Breads
-1 Delight Personal Stuffed Crust Pizza (size: Small) (Personal, maksudnya toppingnya boleh milih sendiri)
-1 Delight Salad
Lokasi waktu itu: Margo City
Rekomen buat yang superkelaparan tapi tetep pengen nyaman dan gaul (HALAH).
Keuntungan: kalau pas sepi dan ga ada waiting list, bisa ditongkrongin lama-lama buat ngegalau.
Menggalau is menggalau.
tag: @primadesti
Jadi ceritanya waktu itu kami berdua kelaparan banget. Yaudah deh, akhirnya setelah pusing milih tempat makan, akhirnya memutuskan untuk makan di Margo. Sampai di sana, masih bingung mau makan di mana, awalnya sih tercetus mau di Rice Bowl yang sepuluh ribuan, tapi pas lihat PH, Fika nyeletuk, "Eh, PH aja yuk?"
Dengan pertimbangan harga yang ujung-ujungnya sama (RiceBowl yang 10.000 + minum 10.000 + pajak dan Paket Delight PH yang kayaknya lebih menguntungkan dapetnya), akhirnya kami berdua melangkah menuju PH. Dan luckily, kami tidak perlu masuk waiting list karena meja yang untuk berdua sudah tersedia (padahal meja untuk ber-4).
Pas duduk, kami dikejutkan dengan berita bahwa yang Delight Personal Pan Pizza udah abis (yang 20ribu/orang), adanya yang Delight Personal Stuffed Crust Pizza (25ribu/orang). Ya masa keluar lagi, tengsin kan, akhirnya kami memutuskan untuk pesan yang itu. Yah, sepadan lah dengan waktu kami nongkrong di sana, ada kali sejam lebih. Hihihi. Bahkan milih set yang mana dan topping pizza mau yang mana pun lama.
Tapi setelah dicoba, memang harga segitu worthed banget lah dengan rasa makanannya dan porsinya. Cukup mengenyangkan, bahkan bagi kami yang waktu itu starved, porsi itu sedikit kebanyakan (tapi ujung-ujungnya abis juga, hahaha). Saladnya enak, pizzanya juga pas, dan garlic bread sebagai penutup (padahal aslinya kan pembuka ya, tapi karena garlic bread-nya dateng belakangan, jadi penutup deh).
Minggu, 01 Januari 2012
Kacang, Lalu Kembali ke Realita
![]() |
| ini baru seperempat dari total yang kami pisahkan tadi!!! |
Merontokkan kacang itu melelahkan!
Hujan semakin deras, sepertinya bakal awet nih. Karena
anginnya kencang sekali, jadi rasanya dingin, dan ini nyaman sekali. Di
kejauhan sudah diselimuti kabut. Dan hujan, berarti tanahnya basah. Tanahnya
basah, berarti kacang yang baru dicabut diselimuti tanah yang basah. Hasilnya?
Belepotan tanah. Hahaha. Ini menyenangkan,
bermain tanah!
Setelah selesai, akhirnya mandi juga, setelah dari pagi
nggak mandi. Setelah itu makan siang, dan siap-siap pulang!
Setelah sampai rumah... Kembali ke realita.
Dingin, senangnya!
10.12, tiba-tiba hujan menjadi deras. Kabut menggelayut di
seluruh kota di bawah sana, jarak pandang menjadi sekitar 500 meter. Udah hujan
gini, rasanya masih gerah aja... Mungkin karena aku belum mandi? Hehehe.
Hujan ini sedikit bikin damai. Sepertinya memang benar,
suara hujan memiliki efek yang menstimulasi otak untuk melonggarkan pikiran.
Dan, kalau udah kaya gini... yang paling pas untuk dilakukan adalah tidur...
/disambit
Adek dan ponakanku lagi main NDS di ruang tengah. Yah,
selama nggak ada kenakalan yang berarti sih... biar saja... Hahaha.
Selama di sini, kulit jadi sering kering, karena jarang
minum. Sekalinya minum, bikin kopi susu. Hadeeeh. Habisnya, air panas tersedia
kapan aja, jadi gampang kalau mau nyeduh sesuatu...
Halo, Tahun Baru!
Pagi pertama di tahun 2012! Laporan cuaca pagi ini, 9.56,
cuaca mendung tapi masih cerah warna langitnya, Gunung Salak di kejauhan
tertutup awan kabut seluruhnya, awan gelap melapisi sebagian langit. Sepertinya
tadi aku melihat gerimis kecil yang seperti salju turun (hello, lihat hujan
salju aja belum pernah :P).
Januari 2012, berarti menghitung hari untuk family
trip abroad. Benar-benar ya,
waktu itu tidak terasa banget kalau kita banyak kesibukan. Rasanya baru kemarin
memesan tiket, dua minggu lagi udah berangkat. Dan rasanya persiapan belum
terlalu banyak banget, bahkan menyusun acara di sana aja belum. Hehehe.
Dan, astaga, aku teringat lagi dengan tugas yang harus
diselesaikan dan dikirim maksimal besok jam 10 pagi. Mau gila rasanya, dan itu
artinya nanti malam harus berhasil mempelajari EpiData. Dan besok harus sudah
berhasil meng-entry semua data
kuesioner. Walau Cuma 20, tapi satu kuesioner terdiri dari 6 halaman.
Berarti... 120 halaman. Oke, cukup lah curhat soal tugas. Yang ada tambah
pusing.
![]() |
| Jacko~ Woof! |
![]() |
| Mas Hans takut mendekati Jacko, padahal dikekang |
Pagi ini tadi aku bermain-main dengan anjing peliharaan
Pakde, namanya Jacko (tiap kali ada yang menyebut namanya, yang kuingat pertama
kali adalah donat JCo. Sumpah!). Aku sedikit merasa kasihan sih sama Jacko,
karena ia jarang diajak keluar. Ketika pagi ini ia bermain-main di halaman,
rasanya aku lega ia bisa sedikit melebarkan titik pandangnya.
Habis ini? Belum tahu mau ngapain. Rasanya pengen cepet
pulang~
Still Counting Down
18.46, kembang api mulai bergema, bergema, bergema di udara
(halah). Sayangnya susaaaaah banget mau fotoin kembang api yang lagi mekar di
udara. Selain nggak ada penyangga kamera, pengaturan fokusnya susah karena
gambar yang ditangkap adalah objek dalam kegelapan. Jadi... sepertinya nanti
aku rekam videonya aja.
Menunggu tengah malam, kami bersiap-siap untuk nyabu.
Sayuran dipotong-potong, bumbu disiapkan, daging disiapkan, panci berisi air
mendidih disiapkan.
![]() |
| err... they looks like something. |
![]() |
| ya kaaan ya kaaan gak jelas ;___; |
![]() |
| 'amunisi' |
![]() |
| pasukan siap! |
![]() |
| 20.18 waktu BB, mari makan (ke)malam(an)! |
![]() |
| abis nyabu, lanjut njagung (apalah) |
![]() |
| jagung (yaiyalah, nenek-nenek salto juga tahu itu jagung) |
![]() |
| melihat foto-foto lama melalui proyektor film positif |
...Oke, lagi-lagi jeda. 21.08, udah kenyang semua habis
nyabu. Huah... kayanya habis ini kalau diajak makan di Hanamasa, nggak bakalan
mau deh. Efek kebanyakan liat bahan shabu-shabu!!! Lebay. Setelah makan,
secangkir kopi+krim+gula menemaniku kembali menulis ini.
Baiklah, aku tahu ini sungguh pola makan yang nggak sehat
banget. Tapi aku akui ini enak banget, jadi aku akan memberikan excuse apapun untuk dapat menampik apa
yang orang katakan padaku.
Di luar sana, para tetangga ada yang mulai riuh dengan
kembang api. Di kota yang nampak di bawah sana, juga sudah ramai menyalakan
kembang api. Lampu-lampu terlihat banyak yang dinyalakan di bawah sana,
sehingga kota terlihat lebih terang. Masih kurang dari tiga jam lagi, masih
banyak waktu, masih pada nyetok kembang api buat nanti gongnya jam 12 malam WIB.
Escapade 2011
“Sudah disiapin amunisi buat shabu-shabu* party buat malam
tahun baru di Gadog.”
Dengan kalimat tersebut, sudah tak bisa dibantah bahwa malam
tahun baru kali ini akan dirayakan (lagi) di rumah Pakdeku di Gadog. Apa? Masih
ada yang belum tahu di mana Gadog itu? Please deh, kemana aja selama ini? /plak
Kalau kalian mendengar atau membaca berita mengenai arus lalu lintas menuju
Puncak, pasti kalian akan mendengar nama daerah Gadog ini minimal satu kali
sebelum kalian akhirnya mengganti channel berita menjadi channel hiburan karena
kurang menarik.
Dan yah, sekarang aku berada di Gadog. Saat ini menghitung
mundur 6 jam 20 menit lagi menuju tahun 2012 menurut waktu yang ditunjukkan
oleh monitor laptopku. Sebenarnya aku agak nggak tenang pada akhir tahun kali
ini. Kenapa?
Karena,
08.23 - perjalanan sudah hampir sampai ke tujuan:
“JRKM: hsil turlap dimasukn ke epidata n dikmpul hr snin pg
maks jm10 via email,subjek:entry_nama_kelurahan. Kuesnr dlm bntk epidtany udh
dikrm ari ke milis.kues fisik jg dikumpl hr slasa jm 2 saat kulum. Snin tdk ada
kul, jd kmblian alat di hr slasa jg.”
Tralala~ this successfully ruin OUR last hours in 2011.
“Our”? Ya, kami, mahasiswa jurusan Gizi angkatan 2009. Hal ini membuatku twisted sekali. Oh, aku menggunakan kata
‘twisted’ kalau keadaan sudah
membuatku bingung sampai nggak tahu harus mengerjakan apa duluan. Sebelum
berangkat ke Gadog, aku sudah menatap dua puluh kuesioner yang harus diinput
menggunakan EpiData. Bimbang, bawa atau enggak, ya? Tapi akhirnya aku
memutuskan nggak membawanya, karena aku pikir, toh walaupun dibawa pasti ujung-ujungnya
nggak bakal dikerjain juga. Dan muncullah jarkom yang paling nggak diinginkan
pada saat itu.
Grup Gizi 2009 di Blackberry Messenger juga sudah ramai
membicarakan hal ini, ada yang pulang kampung dan tidak membawa berkas-berkas
tugas, ada yang belum melakukan pembagian berkas kuesioner ke masing-masing
anggota kelompok untuk di-entry, dan ada yang belum mengerti cara menggunakan
software pengolah data kuesioner yang dimaksud. Aku? Dua dari tiga alasan
tersebut tepat—walau nggak persis.
Sudah, kesampingkan hal itu. Sudah kepalang tiba di tujuan
tanpa membawa apa-apa, dan tujuannya adalah menghibur diri dan melepas
kepenatan.
Udara dingin dataran tinggi menyergap keluarga kami ketika
tiba di rumah Pakde. Pukul 9 pagi (kurang atau lebihnya lupa), kami memulai
kegiatan di sini dengan menyiapkan makan siang dan melakukan berbagai hal. Kami
memanen jagung untuk nanti malam. Ketika memanen jagung, tampak pemandangan
alam sekitar yang menenangkan hati. Angin yang berhembus sejak pagi tadi
kebetulan sedang sangat kencang, jadi tidak banyak pintu rumah yang dibiarkan
terbuka, khawatir masuk angin.
![]() |
| Om Baskoro & Mas Hans panen jagung |
![]() |
| Pak Harry pose sama gunting |
![]() |
| ....kena bunga jagung? |
![]() |
| nemu kepik! sayangnya ga bisa lebih zoom lagi ;___; |
Kami bersantai di teras, makan buah rambutan, mengobrol.
Ketika tiba-tiba ada seekor keluwing yang merayap di rerumputan, aku spontan
mengambil kamera dan mengabadikan sosok keluwing tersebut. Tubuhnya yang
mengilap dan bercangkang keras, kaki-kaki yang kecil dan banyak dan bergerak
seperti gelombang, dan reaksi menggulung dirinya ketika disentuh, itu menarik
perhatianku. Tapi aku merasa aku tidak berhasil menghasilkan foto keluwing yang
cukup bagus.
Waktu berlalu sangat cepat ketika sedang bersantai. Iya,
rasanya tadi baru selesai makan siang, tiba-tiba udah mau solat magrib. Rasanya
nggak mau berpisah cepat-cepat dengan 2011, tahun yang sudah banyak, sangat
banyak menambahkan asam garam kehidupanku.
Pukul 18.01 menurut laptopku, dan cuaca di luar cerah.
Berangin cukup dingin, Gunung Salak tampak di depan mata, diselimuti oleh
awan-awan di setengah bagian ke atasnya, awan yang tampak sejajar dengan
pandangan kita sampai rasanya kita bisa menjangkau mereka. Warna langit sangat
terang, tidak terlalu gelap, matahari masih berada di sudut 60 derajat dari
permukaan bumi (menurutku sih). Suasana di luar sudah ramai, suara terompet
kertas yang ditiup sudah mulai terdengar dari seluruh penjuru, namun belum
terlalu banyak. Sungguh, suasana inilah yang akhirnya menginspirasiku untuk
membuat tulisan ini.
...Eh, maaf, ada jeda waktu menulis ini. Aku mengemil dulu,
hehehe.
Oke, saat ini 18.14, warna langit mulai menjadi campuran antara
jingga muda dan biru tua. Awan di sekeliling Gunung Salak mulai menebal. Aku
yakin udara di sana lebih dingin lagi, ditambah dengan kabut. Minggu lalu waktu
natal, aku ke sini juga, dan kabutnya luar biasa... menyenangkan.
Baiklah, tulisan yang ini segini dulu aja ya. Mau keluar
dulu cari udara dingin. Habis ini mau ngapain lagi, ya? J
Gadog, 31 Desember 2011
18.17 menurut Cento
*shabu-shabu: makanan jepang berupa onabe (rebusan) terdiri
dari daging, sayuran, bakso ikan, jamur yang dicelup dalam air mendidih sampai
matang kemudian dimakan menggunakan bumbu dan shoyu
Langganan:
Postingan (Atom)
















