Rabu, 12 Desember 2012

Teorinya Sih, Begitu.


Menulislah tanpa banyak berpikir, biarkan ide itu datang seiring dengan gerakan jari kalian.

Kata siapa? Kata siapa nulis itu nggak butuh mikir? Komentarin kalimat di atas juga perlu mikir. Gue nulis ini juga perlu mikir, apa yang pengen gue tulis dari apa yang gue pikirkan. Gue mikirnya—terlepas dari teori bahwa cewek katanya bisa mikir banyak hal dalam satu waktu—memang banyak. Sebelum nyalain laptop juga gue udah mikir macem-macem apa yang mau gue tulis dari satu statement itu.

Tapi sekarang? Kayaknya semua yang gue pikirin itu lenyap, tinggal gue yang menatap monitor dengan membuat otak gue berpikir lagi. Gue paling males mikir—yeah, bilang aja gue males atau apapun. Emang. Tapi nggak berarti gue melakukan semuanya tanpa dipikir dulu, gila aja ya. Okelah, balik lagi ke statement di atas. Gue kurang... apa ya? Kurang setuju, tapi kok nanti kalo lama-lama gue menyiratkan persetujuan di bawah gue dibilang denial, inkonsisten. Tapi yaudahlah. Mari coba nulis tanpa mikir, yang perlu dipikir cuma gimana cara mengakhiri tulisan ini nantinya. Nggak asik kan, kalau cuma nulis satu-dua paragraf?

Tapi emang bener, sih. Tuh kan. Belum-belum udah inkonsisten. Jadi gini, memang kebanyakan waktu gue nulis tanpa mikir. Terutama, waktu gue lagi roleplay. Nulis balasan di thread kebanyakan tanpa mikir—maksudnya, menjiwai karakter tersebut lebih dalam sampai gue merasa bahwa gue adalah orang yang merasakan situasi itu. Gue cuma beraksi sebagai... apa ya? Kalau gitu gue cuma merasa jadi juru bicara doang. Soalnya datar. Nggak ada perasaan. Jahat, iya, gue juga tahu gue jahat sama karakter lain yang main sama gue.

Uh, tapi... oke. Coba hitung udah berapa biji kata ‘tapi’ yang gue pakai. Atau malah nggak usah dihitung, nanti pusing sendiri. Nulis tanpa mikir itu... namanya meracau. Kalo pas roleplay, gue baca dulu kan apa yang ditulis oleh orang sebelum gue. Katain aja gue gak berperasaan, cuma menuhin kewajiban, atau apa, tapi gue... bener-bener susah banget menyelami karakter dari tokoh-tokoh roleplay yang gue bikin... sejak gue punya lebih dari satu. Apa, ya. Bukan nyalahin, sih. Yang disalahin itu mestinya diri gue, kenapa nggak konsisten dengan satu karakter, udah tahu gue nggak bisa punya banyak kepribadian. Kayaknya gue kalo liat orang lain, yang punya karakter roleplay lebih dari satu dan bisa (walau gak pake banget) menjelmakan dirinya menjadi karakter itu—sampai-sampai orang lain ngira itu ‘ya itu beneran dia emang yang ngomong kayak gitu, wong karakternya udah gitu’. Dibilang iri... ya pasti. Siapa yang nggak pingin bisa nulis yang bikin orang tergerak.

Waktu dulu karakter roleplay—tunggu, kok jadi nyambungnya ke roleplay, ya? Padahal awalnya cuma mau ngulas soal nulis tanpa mikir, nulis di sini kan bisa nulis apa aja. Nulis artikel, nulis novel, nulis apa lah. Tapi yaudah. Gue pun udah gak konsisten dari awal kok. Biarkan gue nulis apa adanya, ngalir, tanpa plot jelas, bisa jadi ngomongin A terus tahu-tahu B terus tahu-tahu balik ke A lagi dan seketika jadi C. Dan, oh, kalau ada kesalahan penulisan atau ejaan, biarkan saja, oke? Yang alami dan apa adanya itu lebih cantik.

Nulis tanpa mikir... sebelum nulis ini, gue mikir pernyataan itu adalah omong kosong. Mana ada yang bisa nulis tanpa mikir. Orang mau nulis juga pasti ada yang dipikir dulu, kan? Nggak mungkin ujug-ujug orang buka MS. Word, terus ba arba arba jadi sebuah tulisan bahkan novel setebal ratusan halaman. Pasti ada lah yang dipikir dulu—plot, karakter, dan sebagainya. Jadi inget pelajaran jaman sekolah.

Nulis tanpa mikir tuh gak mungkin bisa beraturan, kalo menurut teori gue, nulis tanpa mikir tuh yang kayak gini: idfhifdicodjsrfoiweurpoc              u. Tuh, gak pake mikir—tapi tunggu. Itu juga pakai mikir, tahu. Lo mikir, jari mana aja yang mau lo gerakin di atas keyboard dan lo mikir key mana aja yang mau lo teken pake jari lo. Tapi itu kadang jadi menyenangkan, sih. Lo buka aplikasi nulis apapun, mau MS Word, notepad, wordpad, kalo males buka MS word terus nunggu loading screennya. Abis itu lo ketik apaaaaapun, mau yang kayak lkdhfkshanfcoishaof itu atau curhatan lo. Abis itu setelah puas—tapi gue gak yakin lo bisa puas dalam waktu sebentar—lo bisa ctrl+A tulisan lo itu, terus pencet Del. Kalo sayang, gue yakin lo akan berakhir mencet ctrl+S alih-alih Del. Kalo kurang puas, lo bakal apus semua terus ulangi lagi dari awal. Hahaha, stres.

Nah, kayaknya ini juga udah cukup panjang dan cukup dipikir. Jangan kira gue nulis ginian nggak pake mikir—walau gue udah gak tahu di atas itu gue nulis apa aja dan apakah susunannya bener apa enggak. Bodo amat. Gue cuma mau nulis apa yang gue mau, terlepas dari autocorrectnya MS word yang agak ngeselin, terutama kata ‘cuma' yang huruf C nya selalu terkapitalisasi. Tapi gue terlalu mager ngubah opsi autocorrectnya. Udah, fix, gue males.

Enaknya diakhiri pake apa ya? Dadah udah biasa. Bye, sok gaul. Terus gue kayak minta diinjek gini, ya. Oke, segini aja dulu deh.

Sabtu, 08 Desember 2012

Everyone Has Clear Their Own Lifepath

While mine's still covered by thick mist. I still don't know where should I head to. When I do feel this, I think I'm the lowest. I only can sense the seven sins run through my vessels everytime I see other people's success story.

Okay, random rant.

Jumat, 12 Oktober 2012

Pekan Seminar Gizi UI 2012


Hai hai, dunia! Setelah lama tidak bersua di dunia blog, akhirnya gue kembali dengan membawa kabar dari bidang akademis! Hehehe, jarang-jarang kan gue ngeblog tentang akademis gitu *dor* Nah, kali ini gue mau kasih info buat kalian semua, mengenai tugas matakuliah Isu Gizi Terkini bagi para mahasiswa Gizi UI angkatan 2009, yang saat ini sedang menjalani masa semester tujuhnya di FKM UI. Oke, daripada menggalau setelah mendengar kata ‘semester tujuh’, mending buruan gue kasih info seminar-seminar gizi yang kami adakan, ya! Check them out!

PEKAN SEMINAR GIZI 2012

Dipersembahkan oleh Mahasiswa Gizi UI angkatan 2009 Untuk memenuhi tugas matakuliah Isu Gizi Terkini dan Seminar



Seminar Kelompok Tutorial 1
GET YOUR BODY SHAPE
“Shape Your Body, Enhance Your Confidence”
Current Issues in Body Shaping Related to Food Intake and Exercise
Selasa, 30 Oktober 2012 pukul 13.00-16.00
Aula Terapung, Perpustakaan Pusat Crystal of Knowledge Universitas Indonesia
Tidak ada biaya pendaftaran
Contact Person: Eka (0856 9428 3868)
Twitter: @ShapeBody12

Seminar Kelompok Tutorial 2
NUTRICOSMETIC
“Seeking Beauty Through Nutrition”
Rabu, 31 Oktober 2012 pukul 12.00-16.00
Auditorium Perpustakaan Pusat Crystal of Knowledge Universitas Indonesia
Pendaftaran dibuka hingga 20 Oktober 2012, biaya pendaftaran Rp 20.000,00
Contact Person: Friska (0857 1030 3271), Annisa Fitrah (0856 6452 3218)
Twitter: @nutricosmeticUI
Facebook: Nutricosmetic UI

Seminar Kelompok Tutorial 3
BYE BYE BUNCIT
“Perut Buncit: Kini dan Nanti?”
Rabu, 24 Oktober 2012 pukul 13.00
Aula Gedung A FKM UI
Pendaftaran dilakukan pada hari H seminar, tidak ada biaya pendaftaran
Contact Person: Mila (0857 8905 1058)
Twitter: @ByeByeBuncit
Facebook: Seminar Perut Buncit UI


Seminar Kelompok Tutorial 4
INISIASI MENYUSUI DINI
“Langkah Awal Keberhasilan ASI Eksklusif”
Senin, 29 Oktober 2012 pukul 12.30
Aula Gedung A FKM UI
Pendaftaran dilakukan pada hari H seminar pukul 12.00, biaya pendaftaran Rp 30.000,00
Contact Person: Nita (0857 1882 0640)
Twitter: @seminarIMD_UI
Facebook: Seminar Inisiasi Menyusui Dini

Seminar Kelompok Tutorial 5
COOKING OIL: FRIEND OR FOE?
“Bijak Memilih dan Menggunakan Minyak Goreng untuk Kesehatan”
Senin, 29 Oktober 2012 pukul 08.00-12.00
Aula Gedung G FKM UI
Pendaftaran dilakukan sampai tanggal 26 Oktober 2012, biaya pendaftaran Rp 25.000,00
Contact Person: Nurul Dina (0856 8956 007), Enrika (0856 9169 8920)
Twitter: @Seminar_CookOil
Wordpress: http://seminarcookoil.wordpress.com

Seminar Kelompok Tutorial 6
TALKSHOW ONE DAY NO RICE
“How Does It Make Your Day?”
Rabu, 24 Oktober 2012 pukul 08.00-12.00
Aula Terapung, Perpustakaan Pusat Crystal of Knowledge Universitas Indonesia
Tidak ada biaya pendaftaran
Contact Person: Shinta (0899 9233 577)
Twitter: @TalkshowODNR_UI


Seminar Kelompok Tutorial 7
GREEN NUTRITION UI
“The Impact of Climate Change on Nutritional Status Across Nation”
Selasa, 23 Oktober 2012 pukul 13.00-16.00
Auditorium Perpustakaan Pusat Crystal of Knowledge Universitas Indonesia
Pendaftaran dilakukan sampai 20 Oktober 2012, biaya pendaftaran Rp 20.000,00
Contact Person: Clara (0813 8098 5069)
Twitter: @greenutritionUI
Facebook: GreeNutrition UI

Seminar Kelompok Tutorial 8
PREMARITAL NUTRITION
“Important Preparation for Better Generation”
Rabu, 31 Oktober 2012 pukul 08.00
Aula Gedung A FKM UI
Biaya pendaftaran Rp 25.000,00
Contact Person: Lena (0813 7910 7860)
Twitter: @GiziPraNikah






OKE SIP. –Ternyata ngetik ginian aja makan waktu tiga jam lebih ya, derp.—Jadi demikianlah daftar seminar yang akan diadakan pada bulan Oktober, YANG BERARTI BULAN INI, BULAN INI! *nyante bu* Daftar ke semua seminar ya kalo bisa, masukin aja tuh satu-satu, ilmunya bermanfaat banget untuk kehidupan kita sehari-hari J Hehehe.

Oh, apa? Mau tahu lebih lanjut tentang masing-masing seminar? Kalau gue kasih infonya di sini, bisa jadi buku panduan seminar nih lama-lama. Jadi, silakan kunjungi alamat-alamat akun jejaring sosial milik para seminar tersebut, follow twitternya, dan pantau info-infonya ya! Informasi yang kami bagi melalui jejaring sosial tersebut Insya Allah bermanfaat bagi kita semua J

Sekian dulu ya, iklan mengenai Pekan Seminar Gizi UI 2012 persembahan Gizi UI angkatan 2009 kali ini. Ditunggu kedatangan kalian semua... nya! ;)

Kamis, 16 Agustus 2012

Ada-ada Saja ver. Depok-BSD

Abaikan judulnya, oke? Aku juga nggak tahu mesti kasih judul apa. Pokoknya ini cerita tentang hari ini.

Jadi, ceritanya berawal dari plurk salah seorang teman berinisial P, berisi mengenai tanggal rilis film Perahu Kertas, film karya Hanung Bramantyo adaptasi dari novel karya Dewi 'Dee' Lestari. Aku sudah baca novelnya, dan begitu tahu tanggal tersebut, langsung jejeritan pengen nonton, akhirnya ramailah pembicaraan untuk nobar film ini. Tanggal 16 Agustus 2012 adalah tanggal yang ditentukan. Tempat yang ditentukan? Teras Kota, BSD. Kenapa? Habis banyak yang domisilinya di daerah sana... Aku? Nekat ikut ke sana ;u;

Oke, hari ini adalah harinya. Udah pasang alarm biar bangun jam setengah 8 pagi, biar bisa naik kereta, eh alarmnya kumatikan lalu tidur lagi dan baru bangun jam 8.45 :| baiklah, langsung ngacir jebar-jebur, terus last minute decision-nya adalah sambung-menyambung dengan angkot, karena takut keretanya nunggu lama.

Jadi, singkat saja ya, rute angkot yang kuambil. Kalau dijabarin panjang #apanya pertama dan pasti, dari depan komplek naik 04 arah terminal, tapi turun di per...limaan (bahkan pake mikir dulu perberapaan) lampu merah arah pitara dan sawangan lalu nyambung 03 ke Parung. Dari Parung, naik 29 arah Ciputat, lalu mentok lanjut naik yang ijo-ijo ngarah BSD. Dari ujung ijo BSD, lanjut naik 04 (ijo garis merah) sampe depan Teras Kota. #tepardulu

Sepanjang perjalanan ngawasin jam tangan, karena takut telat. Bahkan sampe plurk update posisi, biar pada tahu aku udah sampai mana. Beruntung, pas liat komen, pada mesen buat tayang jam 13.00. SAAAAVE /o/ #fuu #ngehe OK, langsung naik ke lantai 2, menuju ke Blitzmegaplex. Di sana sudah bertengger (...) T, P, A, dan Z. Yah maaf ya pake inisial semua. Kkkkk. Demi keamanan bersama. #apaan Si V lagi main DDR, katanya. Terus E lagi... kemana ya tadi? Lupa. Yah, pokoknya ada 7 orang yang nonton kali ini.

Duduk manis di dalam, menunggu sambil menonton trailer-trailer film. Lalu tak lama kemudian filmnya mulai. Hng, aku nggak akan cerita banyak soal filmnya, ya. Takutnya spoiler, sih. Khuhuhu. Tapi filmnya emang worth watching, kok. Belum pernah baca novelnya juga gak masalah. Tapi kalo mau baca dulu baru nonton juga ga pa pa. Terserah~!

Nangis? Pasti. Ketawa ngakak? BANGET. Serius? Iya. Bercanda? Banyak juga. Ini film sejuta emosi. Kuberi nilai 9, deh. Karena memang demenannya yang kaya gini, hehehe. Penasaran? Makanya nonton! #heh

Teraskota, Blitzmegaplex. 160812.

Nah udah gitu, keluar kan dari studio. Tujuan wajib kalau habis nonton ya toilet. Di luar toilet itu kami berisik =)) Ketawa-ketawa, bayar tiket, apalah. Sayang ga jadi foto di depan cermin gede di luar toilet itu. Apalagi pose radar. Ihik.

Lalu kami lanjut ke bawah, menemui... yang nggak ikut nonton. Kenapa ya alesannya tadi? Lupa, ga merhatiin /shot sebut saja Ve, karena kalo disebut V nanti ketuker sama yang satunya /plak akhirnya semua turun ke bawah (yaiyalah turun ke bawah), dan memutuskan untuk pada makan di es teler 77 (yang puasa cuma aku dan Ve).

Ngobrol ngalor-ngidul, gosip (opkors, walau tersirat /dor), dan ngomongin plot. Lalu ternyata yang bisa jenguk F cuma 3, yaitu P, E, dan Z. Aku cuma titip sesuwatuh buat F. Ga penting sih, cuma coret-coretan biasa aja =)) Dan sebelum tulisan ini diakhiri, inilah kami...










Yak, selesai sudah racauan hari ini. Ditutup dengan ketiduran di kereta Serpong-Tanah Abang dan kebawa balik sampe Kebayoran, akhirnya bisa sampai Depok Baru juga "orz Akhirnya merasakan yang namanya ketiduran di kereta kayak di komik-komik #derp

Home already, makasih ya teman-teman hari ini, menyenangkan sekali #emotcozyplurk Perahu Kertas part 2, siap nobar lagi? #emotyeaplurk

Jumat, 20 April 2012

20042012 - Prolog?

Jadi, semalam gue tidur jam 12.30-an. Karena baru pulang jam 12 malam. Mana HP gue mati dua-duanya gara-gara krisis batere, jadi nggak bisa lihat apa-apa. Sampai di kamar langsung nge-charge dua-duanya. Yang BB langsung dinyalain. Weits, nongol satu mention-an Twitter dan satu BBM. Dari salah seorang teman seperjuangan di FKM dan OSUI Mahawaditra, yang memberi ucapan selamat pada gue. Dan... detik itu, gue baru sadar kalo gue ulang tahun.

"Oh iya, sudah tanggal 20 April, ya..."


Tak hanya itu, rupanya ada juga beberapa teman gue yang masih begadang dan selewat di Twitter, kemudian turut me-mention gue dengan ucapan selamat. Setelah membalas beberapa dan merasa nggak kuat melek lagi, gue tidur.

Paginya cukup ramai yah :"> Lampu LED berwarna merah tak henti berkedip. Capek sendiri balas satu-satu, tapi menyenangkan. Kalau dibalas dalam satu status sekaligus nggak asyik, gue menghargai orang-orang yang mendoakan gue dengan cara membalas satu-persatu (atau dua-tiga, paling banyak untuk balas mention di Twitter).

Ah, renungannya jangan di post yang ini, ya. Nanti panjang. Mau meditasi dulu buat bikin satu karya tulis untuk hari ini...

Kamis, 05 April 2012

Sudah Masuk Bulan April, Sih...

...sudah boleh galau, dong, ya. Galau itu apa sih.


YAK! Tahun lalu... Gue mengucapkan 'Happy Birthday!' ke diri sendiri, dengan harapan dapat makin dewasa melepas dasawarsa kedua gue. Sekarang tahun pertama lepas dasawarsa itu hampir mencapai batasnya, dan setelah batas itu terlewati, gue akan mulai menjalani hidup di periode tahun berikutnya.

...keh, jadi gini omongannya :|

Aaanyway! Lagi sibuk-sibuknya, menjelang magang masyarakat di semester 6 ini yang nggak dibolehin pulang sama dosennya selama sebulan dari tempat magang. Pas pramagang, paiiit banget prosesnya. Pas magang, (kayaknya nih, kayaknya) bakal senang-senang di sana. Pascamagang, eaaaa, laporanlaporanlaporan, baik yang individu (oh man) maupun kelompok.

Kalau ditanya lagi sibuk apa lagi, hng... Tak diduga tak dinyana, ternyata janji tinggal janji, ya. Yang tadinya mau hengkang dari aktivitas sosial kampus, nyatanya... Yeah, berhasil sih yang bagian 'nggak ikut kepanitiaan apapun', tapi gantinya... Masuk KOPMA, L'Adorer, ikutan jadi volunteer Kineforum, dan... masih koordinator section Mahawaditra. Krik. Ini sih, lebih parah daripada kepanitiaan. uhukcurcoluhuk


Konser Mahawaditra kapan lagi? Juni, brosis, Juni. Insya Allah. Dalam rangka menyambut liburan semester (iya, gue tahu, gue juga bisa kok denger hati sanubari kalian berteriak, 'YES LIBUR!'), sebelum pada ngabur pulang ke kampung halaman, nggak ada salahnya kan menghibur diri dulu dengan hiburan elegan, jaman dulu yang bisa nonton konser orkestra cuma kalangan bangsawan dan orang-orang kaya tajir mampus ngejengkang, lho! teruskenapa


Oke, cukup dulu nyerepetnya, kalo diterusin bisa panjang kayak satu bab novel padahal emang niatnya mau dijadiin novel uhuk. Yasudah, sampai ketemu di tulisan galau berikutnyaaa! *lambai-lambai*

Sabtu, 24 Maret 2012

Bulan Film Nasional, 15-31 Maret 2012

...dan plan B.

----------------------------------------------------------------------

Hellooooo! Tebak, tanggal 30 Maret itu hari apa? Hari Jumat? Sudah pasti lah. Pasti pada nyontek kalender. Tapi bukan itu, tanggal 30 Maret adalah Hari Film Nasional! Iyey!

Dalam rangka Hari Film Nasional yang diadakan di bulan Maret, maka Kineforum menyelenggarakan rangkaian acara Bulan Film Nasional dengan tema "Sejarah adalah Sekarang 6", yang terdiri dari pemutaran film, pameran poster film Indonesia, dan akan ditutup dengan bazar dan konser musik. Ada 7 program film dalam BFN: Kami Membaca Sjuman Djaya, Focus on: Edwin, Ekranisasi Tak Pernah Mati, Petualangan Warkop, Omnibus, Dokumenter Indonesia, dan Kinefilia: Sejarah sebagai Interteks. Dalam tiap programnya, terdapat mulai dari satu hingga 7 film. Jadi total judul filmnya? Mencapai 20, bahkan lebih!

Nonton film harus bayar? Di Kineforum, segalanya berserah pada kemurah hatian para penikmat film. Film-film yang ditayangkan dapat ditonton secara gratis! Tapi tak menutup kemungkinan bagi yang mau memberi donasi setelah menonton film, sifatnya sunnah kok, agar Kineforum tetap dapat menayangkan film-film berkualitas untuk kalian semua :) Namun pada BFN ini, ada satu program film yang memerlukan donasi untuk mendapatkan tiketnya, yaitu film-film dalam program Focus on Edwin, sebagai penggalangan dana untuk membawa film "Kebun Binatang" roadshow di Indonesia. Selain film dalam program itu? Gratis!

Ada apa aja, sih?

Silakan download buku program Bulan Film Nasionalnya, lalu tentukan jadwal nontonmu di kalender ya :)

----------------------------------------------------------------------

...terus, plan B itu tadi apa?

Ah, nggak penting, cuma segelintir aja yang tahu maksudnya. Jadi, tadi baru ngecek harga tiket buat rencanaku dan beberapa teman. Jreeeng, sudah jadi dua kali lipat harganya, bahkan lebih. Akhirnya jadi merenung,

apa diganti jadi rencana keliling Indonesia--paling enggak, Pulau Jawa--ya?

=))

Sabtu, 04 Februari 2012

Kineforum dan AtAmerica

Yeah, hari ini aku berkelana sendiri lagi. Rasanya aku ini memang tipe penyendiri ya, lebih sreg melakukan segalanya sendiri ._.

Jadi, hari ini aku ke Kineforum di Taman Ismail Marzuki, Cikini, untuk memenuhi panggilan dari Kineforum setelah aku submit CV untuk menjadi volunteer dengan posisi frontdesk dan frontdoor. Jadi, mari berangkat--dan telat.

Angkot ke stasiun: Rp 2.500,00
Kereta CL (Depok Baru-Jakarta Kota): Rp 6.000,00

Dah ya, bahkan aku sms sama koordinator volunteer Kineforum bahwa aku akan telat. Udah tahu telat, sampai di Cikini, masih perhitungan ongkos aja, jadi ujung-ujungnya jalan kaki sampai Taman Ismail Marzuki. Karena berpikirnya TIM itu deket, deket, deket, jadi nggak terasa jalan kaki ke sana.

Setelah selesai ngobrol perdana dengan koordinatornya, diberitahu bahwa tanggal 18 Februari besok ngumpul lagi untuk penjelasan lebih lanjut mengenai Kineforum dan kerjanya. Waktu ngobrol itu ada 2 orang yang dari Kineforumnya, lalu tiga volunteer baru; aku, Anniesa, dan Felicia. Kami bertiga rupanya satu kampus, Anniesa dari Sastra Rusia 2010, Felicia... Komunikasi, mungkin. Lupa.

Setelah itu, aku keluar TIM dan memutuskan untuk naik Kopaja 20 sampai mencapai jalur Transjakarta. Eh, tahunya ada Anniesa di dalam yang naik duluan nggak jauh dari tempatku. Hujan deras banget. Tapi pas menyentuh ujung Kuningan, hujannya berangsur berhenti. Aku pamit duluan pada Anniesa dan turun di halte Transjakarta Setiabudi. Naik TJ sampai Dukuh atas, lalu transfer ke rute Blok M-Kota yang ke arah Blok M, turun di halte Polda untuk mencapai Pacific Place.

Kopaja 20 (Senen-Lebak Bulus): Rp 2.000,00
Transjakarta: Rp 3.500,00

Hah? Ngapain di Pacific Place?

Ada sebuah pusat kebudayaan Amerika yang bertempat di Level 3 Pacific Place. Dalam rangka merayakan 1st anniversary mereka, mereka mengadakan serangkaian acara yang menarik, salah satunya adalah donor darah. Yak, acara donor darah itulah yang jadi tujuanku ke sana. Kalian pikir, konyol nggak sih, hanya demi donor darah sampai ke Pacific Place segala? Di PMI kan bisa, atau kalau ada event di kampus?

Menurutku sih nggak percuma kok. Toh kan aku sekalian jalan-jalan (walau sendiri), juga menggerakkan badan. Selama liburan ini kalau nggak keluar rumah, rasanya gatel banget pengen jalan-jalan.

Sebelum ke AtAmerica (tulisannya @america), aku solat dulu di level 2. Baru setelah itu ke AtAmerica. Aku sendiri baru dua kali ke sini, tadi yang kedua. Sayangnya aku nggak bisa datang dari pagi, padahal ingin nonton semifinal AtAmerica Idol, ada salah satu mahasiswa FKM UI 2010 yang berpartisipasi di situ.

Beuh, di dalam dingin sekali. Pas ngukur tekanan darah, aku kaget, ternyata rendah juga. 100/70. Tapi yaudahlah ya, Hb normal, nggak masalah. Di tempat ambil darahnya apalagi dinginnya. Jadi petugasnya sempat kesulitan mencari pembuluh darah untuk ditusuk karena hawa dingin. Wah, ini sophisticated sekali, donor darah di tempat elit. Mahahaha. /woy

Aku mengobrol dengan petugas yang mengambil darahku. Rupanya dia 2 tahun ini berusaha ingin kuliah di kelas ekstensi FKM, tetapi selalu terlambat dan pas ngecek sudah mulai perkuliahan. Setelah selesai, aku keluar dan menerima ransum untuk menggantikan darah yang diambil. Sayang air panasnya udah habis, jadi aku nggak bisa makan pop mie langsung di situ... Pas keluar, dapat lagi goody bag dari AtAmerica berisi brosur dari PMI, majalah dari PMI, juga kaos, stiker dan pin 1st anniversary AtAmerica. Wuah.

aku dapat kartu donor dari PMI pusat :') kejutaaan...

Setelah itu, sempat galau mau lanjut ke Balai Kartini atau nggak buat nonton Hellofest8, tapi akhirnya memutuskan untuk nggak, kalau aku pingsan di sana karena kurang darah, siapa yang mau nganter pulang? Jadi memutuskan untuk kembali bertransjakarta. Karena malas menunggu di Cawang (dan ini masih harus transfer Transjakarta lagi), aku memutuskan untuk ke Stasiun Jakarta Kota saja, yang di ujung.

Kereta CL (Jakarta Kota-Depok): Rp 6.000,00
Angkot (Stasiun-Komplekku): Rp 2.500,00

Setelah pulang, aku lega. Rumaaaah!

Jadi, total ongkos hari ini:
Rp 22.500,00
(tambah beli minum Rp 1.500,00 jadi totalnya Rp 24.000,00)
Yaah... bagus deh nggak nyentil 25ribu =w=

Senin, 30 Januari 2012

Misro

2 jam lebih, sodara-sodara.

Nggak nyangka bikin misro aja butuh waktu selama itu. Emang sih, kayanya pergerakanku lama--memarut dan memeras parutan singkong sambil nonton dorama di laptop. Rasanya aku terlalu khidmat mengerjakan semua itu. Sampai-sampai di air perasan singkong parut itu ada tepung yang mengendap akibat terlalu lama dibiarkan. Hehehe.

Udah capek-capek mengisi parutan singkong tersebut dengan rajangan gula merah, hasilnya ada 24 bulatan sedang saja. Yah, tak apa lah. Kan kita belum tahu gimana rasanya kalau belum digoreng dan dicicip. Apakah misro yang kadar airnya sedikit ini lebih enak daripada misro yang biasanya dibuat tanpa memeras parutan singkongnya terlebih dulu?

Jengjengjeng...

Jumat, 27 Januari 2012

Adventurous Day!

Hai hai, hari ini entah kenapa, sesuatu.

Jadi, pagi ini, gue dan kawan gue, sebut saja Lenka (bukan nama asli) berasa buronan pergi ke Palmerah untuk menyerbu ke PestaKomik Kompas Gramedia. Rencana sih gue dari Depok ke Lebak Bulus pagi, jam 8, tapi rencana tinggal rencana... gue sampe terminal Depok aja jam 9. Belum lagi nunggu sang pahlawan Depok-Simatupang-Lebak Bulus, Deborah nan ungu dan unyu nongol. Nunggu-nunggu-nunggu, akhirnya 9.23 nongollah itu kaca depan Debby tersayang yang selalu dirindukan setiap insan yang membutuhkan *hoek*.

Pikirannya, kalau naik dari terminal, bakalan dapet kursi, tahunya nggak juga. Udah penuh bahkan udah ada yang berdiri. Ya.. sudahlah, berdiri. Dan lo tau kan yang khas dan tiada tara dari Debby? Yak, overload is not a big deal, asal bisnya nggak njomplang, semua disuruh masuk. Woy, di dalem udah gepeng luar binasa! Dan lo tau posisi gue dimana? Di antara sandaran kursi dan pintu Debby yang tengah. Ya, terjepit di antara pintu dan sandaran kursi. Yang gue heran, kok muat yah? Kayaknya jarak antara pintu dan kursi itu sempit banget deh (bayangin aja yah). Gue ngerasa enak, positive thinking, gue kurusan. Amin. *dilempar* Dan kalau udah naik Debby, selalu ada kisah tersendiri. Gue selalu dibawa have fun aja. Alhamdulillah, posisi gue tergolong nyaman untuk ukuran naik Debby. Sementara yang lain di tengah-tengah, terhimpit, gue di pinggir, dekat jendela, sirkulasi udara lancar. Selain itu *duh maaf ya pak supir dan para penumpang* melihat orang-orang yang beradu mulut (supir, penumpang) misalnya pas mengumpati kendaraan lain, saling mencaci penumpang dan supir, hal itu terlihat... entah, selalu bikin gue pengen ketawa. Walau berantem mulu, tapi tetep aja pada naik Debby *yaiyalah, nggak ada saingan gitu untuk trayek Depok-Lebak Bulus!*

Sampai di terminal Lebak Bulus, gue beli roti dulu *belum sarapan woy* di warung. Lumayan, perut terisi. Setelah itu, menunggu Len sebentar. Setelah Len datang, kami naik kopaja 86. Dan... obrolan kami seputar rencana jalan-jalan bulan Juli nanti. Satu kesimpulan adalah: uang, uang, uang (le_fuu) berhematlah, carilah rezeki sebanyaknya /plak

Sampai di Palmerah, ternyata kami masih harus jalan lagi karena lokasi PestaKomiknya di gedung yang di Palmerah Barat. Yaaa nggak jauh, lah. Lumayan, olahraga. Ketika akhirnya kami masuk ke lobi gedung, ada 4 area terpisah, 2 spot untuk komik lima ribuan dan paketan, dua lagi untuk yang diskon 20%. Kalau gue... spontan sih nyari rak dimana komik-majalah (semacam Shonen Star) berada, lalu berburu nomor-nomor lama. Dan... yeah, sesuai ekspektasi, harganya lima ribuan! Tapi... nomornya nggak banyak, gue cuma berhasil nemu 6 nomor. Hiks, ya sudahlah, tak apa.

Len memborong *nggak juga sih* komik, ada juga yang titipan. Gue juga beli yang diskon 20%. Hmm... kalau dihitung-hitung sih, untuk yang 20% ini, rasanya mending gue ke TM pagi-pagi pas baru buka, ambil komik yang dimaksud, terus langsung bayar ke kasir. Diskonnya bisa sampe 25% tanpa nunggu ada pameran atau pesta-pestaan.

Sudah lelah ngiter, akhirnya kami berjalan kembali ke arah Palmerah Utara, menyeberang rel kereta, dan menunggu 86 lagi. 86 ini ternyata sama aja kaya Debby--kehadirannya sangat dinanti oleh setiap insan karena jarang. Akhirnya datang, dan... penuh. Oke, di kopaja itu pas dapet duduk gue sempet tidur, lumayanlah. Anginnya cepoi-cepoi sih. Rencana kami setelah ini adalah makan di Rumah Sushi hellyeah, gue kayaknya bisa banget jadi promoter Rumah Sushi. Tapi, kami menyentuh Margonda jam 5. Masa iya mau nunggu sejam. Akhirnya kami ke rumah gue dulu, ngaso. Rencana dari rumah, naik motor berdua.

Tapi... motornya dipake adik gue ke kampus. orz. Baiklah. Suruh dia cepat pulang. Tapi begitu mama dan papa tahu gue sama Len mau nyushi (again, my frankness rules, I can't lie!) di Juanda, mereka bilang mau ikut, dan suruh adik gue ikutan juga. Ta-daaaa! Jadilah, keluarga gue dan Len makan bareng di Rumah Sushi. That means: Happy Card gue dapet stempel untuk yang pertama~ iyey~ #naon

Hujan, lho, hujan. Iya, badai pas tengah-tengah sesi makan. Tapi nggak terlalu kencang anginnya, jadi kami tetap bisa menikmati menu kami malam ini dengan santai: Tomodachi, Little Monster, Bella Luna, Black Jack, dan Ebi Salmon Roll. Mau dibahas? Biar ngiler /plak

1. Tomodachi Roll

Kalo kata orang-orang dan Rumah Sushi, yang satu ini tuh jadi menu favorit. Best seller. Apa sih isinya? Keju, Kani Stick. Digulung di antara nasi dan selembar nori, lalu digoreng dengan tepung tempura. Udah! Nah, itu apa yang bertebaran di sekelilingnya? Itu kremes, you can say so. Lalu yang lumer di atasnya, membentuk garis-garis itu? Non! Itu bukan mayones, guys, tapi KEJU LELEH. Omijot, keju everywhere~ Nggak nahan dehhhh! Dan harganya? Rp22,000.00 saja. Ukurannya? Gede, masbro, mbaksis, diameter ada kali 4cm.


2. Little Monster
image
You know what? This one's really a monster, and it's little! Terdiri dari 8 potong sushi roll, itu yang meleleh-leleh di luar bukan keju seperti yang sebelumnya, sodara. Tapi itu SPICY MAYO! Yoi, pedas, pedas, pedas! Ini benar-benar... mangstab. Isinya? Salmon, tentu. Dan... yang ini juga ada kremesnya :) Karena kebanyakan sushi fusion (dan hasil eksperimen), yang satu ini juga merupakan tipe 'sushi matang', karena digoreng dengan tepung tempura. Lumayan, Rp29,000.00 :9











3. Bella Luna Roll
image
Yang satu ini, masih sodaraan sama si Tomodachi. Bedanya, kalau Tomo isinya crabstick, kalau si Bella ini, isinya Tuna. Dan karna masih sodara, jadi... nggak jauh-jauh dari KEJU!!! Ya, KEJU! lebay

Harganya juga nggak jauh kok dari Tomo... yaaa... Rp26,000.00 lah... Kan pakai daging ikan asli hihihi. Dan karena masih SODARAAN, ya, sodaraaa... jadi ukurannya mirip sama Tomo :3












4. Black Jack Roll
Black Jack! Kalau dubbernya Po, Jack Black! *apalah*

Yang satu ini bener-bener kerasa blackpeppernya. Saus Teriyaki tersembunyi di bawahnya. Itu yang di atas... snack kentang *piiip* rasa rumput laut yang dialiri saus teriyaki. Yang hitam-hitam nempel di bodi? Wijen hitam, qaqaaa. Yang satu ini menurut lidah gue dan mama agak terlalu asin. Hummm. Harganya... cukup murah karena ukurannya nggak sebesar tiga pendahulunya di atas, yaitu Rp19,000.00 ya qaqaaaa


5. Ebi Salmon Roll
Terdiri dari enam potong, Ebi Salmon Roll ini, seperti namanya, dilapis oleh irisan daging ikan Salmon mentah. Isi rollnya, nasi (pasti), dan Ebi Tempura (itu keliatan kan ekor udangnya nongol?). Kalau yang satu ini, gue punya cara makan sendiri: Pisahkan daging salmonnya, makan rollnya dulu, baru salmonnya *trik pengen sashimi tapi karena nggak ada menunya jadi begini deh*. Ukurannya? Cukup gede kok. Harganya? Lumayan, Rp36,000.00 yah. Salmon, loh, salmon! #teruskenapa



Dan, ada satu lagi cerita unik dari malam ini, masih berhubungan dengan nyushi. Apakah itu? Berhubung hujan makin lebat dan badai, so pasti tetesan air di pinggir tenda ke mana-mana. Solusi dari mas-mas giordano pramusaji Rumah Sushi adalah: lepas saja satu bagian dari tiap kaki sehingga tenda menjadi pendek. Voila, jadilah 'tenda makan'! Waktu itu sih cuma 3 meja yang terisi, jadi nggak rame-rame amat.

Ini, bayangkan saja, tenda sejajar dengan meja.
Oke, ini seru--lebih seru daripada main rumah-rumahan dengan membalikkan kursi makan dan mengikatkan selimut ke tiap kakinya. Gue gak tahan buat gak ketawa tiap mas-masnya nunduk dulu kalau mau ngampirin kami, pas kami minta bill. Untungnya, pas kami udah mau bayar, tendanya udah diangkat lagi, jadi bisa liat lagi deh dengan jelas tanpa harus nunduk-nunduk :D

Oke, sudah kenyang, bayar sudah. Sapaan khas itu terdengar, salah satu: "Terima kasih Kakak," yang lain menyahut, "TERIMA KASIIIIH!"

di kasir Alfamidi
Kemudian, kami mengantar Len sampai depan Detos biar dia bisa naik taksi buat pulang. Setelah itu, kami mampir ke Alfamidi di perjalanan menuju rumah. Insiden 'minimal 50.000' terjadi. Jadi, belanjaan kami sebenernya cuma 39.000. Tapi karena pada nggak bawa cash money, terpaksalah pakai kartu, dan minimal penggunaan 50.000. Akhirnya, ditambahlah dengan shampo (yang tadi dikembaliin papa) dan karena kurang 100 rupiah, gue comot aja tuh Chupa Chups di deket kasir. Udah, kan?


Setelah itu, kami pulang! HOME!

Perjalanan hari ini menyenangkan, makasih ya Len yang udah mau menemani ke PestaKomik (walau sebenernya ketjewa karena nggak terlalu banyak yang bisa diburu) dan berakhir dengan ngaso di rumah gue dan nyushi sama keluarga gue. Semoga nggak kapok :P dan makasih buat keluarga gue yang dengan random-nya, tiba-tiba mau ikut nyushi malem-malem (oh mama oh papa, kalian itu sungguh terlalu :D) dan adek yang bersedia disuruh pulang cepet karna tadinya motornya mau dipake, akhirnya nggak jadi karena perginya naik mobil...

Depok, 27 Januari 2012
00.59

Rabu, 25 Januari 2012

Kemudian Tiba-tiba Cegukan.

A-Apaan tuh tadi?

Lagi enak-enak mandi, tiba-tiba ada bunyi air gemrobyos, kirain keran jebol, tahunya di luar hujan badai. Dan cuma beberapa detik. :|

Selasa, 17 Januari 2012

Promo PulsaMu!

Haloooo pelanggan setia PulsaMu! Ada sesuatu yang beda di tengah Januari ini, lho.

Dengan Rp 50.000,00, kalian akan mendapatkan pulsa 25.000 dan sebuah kaos dari SG. Karena persediaan dan ukuran terbatas, jadi siapa cepat, dia dapat! Kapan lagi ada kaos cuma Rp 24.000,00? Hehehe.

Kalau mau beli kaosnya aja juga boleh, harganya Rp 25.000,00. Diingatkan sekali lagi, persediaan SUPER TERBATAS! Promo ini berlangsung hingga stok habis ya :)

*promo khusus untuk pulsa 25.000 all operator
*kaos lengan pendek, jumlah stok seperti pada gambar

Gambar kaosnya: (maaf ya warnanya jadi aneh, kameranya pas-pasan)

ukuran: M
warna (searah jarum jam): abu-abu, putih, krem, biru tua, hijau

ukuran: L
warna: biru muda, hijau, krem

ukuran: XL (kiri atas) dan XXL
warna: hijau, ungu, merah hati

Bahan kaosnya superadem. Berminat? Silakan lakukan transaksi pembelian, kontak gue ya di 085215851501 :D

PulsaMu, memberikan yang terbaik!

#slogangagal

*pst, itu yang ijo gambar I heart Singapore, bisa jadi kaos couple lho, ukuran M dan XXL. Hahaha.

Minggu, 08 Januari 2012

Ternyata Benar, Ini Kereta ke Tanah Abang.

Sabtu, 7 Januari 2012.

Seperti biasa, hari Sabtu adalah hari Mahawaditra di UI Salemba. Dan hari ini pun gue akan berangkat ke sana. Telat, seperti biasa, karena malas siap-siap dan agak bete karena bawaannya agak banyak.

Dan, judulnya adalah...

Oke banget, gue salah naik kereta.

Tadi di Stasiun UI, gue tanya ke petugas loket, yang datang duluan untuk kereta jurusan Kota yang ekonomi atau CL. Karena dia nyodorinnya tiket CL, yasudahlah gue beli. Tidak lama menunggu, kereta dengan kepala warna merah dan bodi putih khas CL pun tiba. Anehnya, tidak ada pemberitahuan SAMA SEKALI dari stasiun mengenai kereta mana datang di jalur mana dari arah mana jurusan kemana. Jadi, ya sudah, dengan pedenya (dan bete karena takut telat dan bawaan yang banyak) gue naik dan menaruh barang-barang di kompartemen.

Gue tetap merasa fine-fine aja sampai akhirnya gue ngelewatin Stasiun Lenteng Agung. Saat itulah gue mulai kepikir, "Kok gue pede, ya? Gimana kalau ternyata gue salah naik? Gimana kalau ini ke Tanah Abang--atau lebih buruk, ke Bekasi?" Pikiran-pikiran aneh itu udah bergejolak di benak, tapi anehnya, gue nggak gentar sedikit pun dan tetap pede nih kereta bakal happy ending ke arah Jakarta Kota.

Pas ada petugas pengecek tiket, gue belagak udah dicek, posisi gue emang di pinggir sih deket perbatasan antargerbong. Yaudah cuek aja, karena gue ada secuil feeling nggak enak bahwa gue emang salah kereta yang baru muncul 1%. Daripada kalau bener dan ketahuan gue salah terus disuruh bayar suplisi? Diam itu emas, jendral.

Pas udah di Manggarai, untuk memastikan rasa pede gue, gue merhatiin di mana jalur kereta ini berada. Oke, fine, sejauh ini sama seperti biasanya kereta ini berada kalau mau ke Kota. Tapi anehnya, yang turun di sini banyak. Terus keretanya langsung sepi. Semua jadi dapat kursi. Oke, positive thinking, kereta ini bakal ke Kota.

Kemudian kereta mulai berjalan. Berjalan, berjalan, berjalan...

Oke, gue fix salah naik kereta.

Kereta ini belok kiri. Tanah Abang.

Oke, tenang. Turun di stasiun berikutnya adalah solusi terbaik, tapi gue harus tahu dulu stasiun berikutnya itu di mana daerahnya, seperti apa, melewati jalan mana saja. Jadi, perhatikan jalanan luar.

Ada Transjakarta... Plang bertuliskan Latuharhari... Lewat sini... Oke. Setidaknya gue tahu jalur ini, dan ini nggak jauh dari tujuan akhir gue! Segera turun di stasiun pertama setelah Manggarai: Stasiun Sudirman.

Pas sampe sini, malah nggak langsung mikir gimana nasib gue abis ini. Malah mengagumi Stasiun Sudirman dulu. Ini seperti berada di negara lain--bersih, modern, nggak ada kios jualan, nggak ada yang jualan, ada lift dan eskalator. Tuhan, gue kelempar ke dimensi mana? Lebay.

Sudah ah, kalo gue ngambil foto stasiunnya ntar dikira apaan, lagian ribet bawaan banyak. Segera keluar, cari taksi, lewat Suropati, sampai di lokasi!

--tamat--

dan untungnya, happy ending.

Pagi Ini

Hujannya awet. Dinginnya oke. Pas banget buat tidur sampai siang, bahkan kalau perlu sampai hujannya berhenti. Lihat saja, adek yang masih pulas sejak tadi, dan mama yang tidur lagi karena udaranya dingin.

Aku?

Memanfaatkan kesunyian.

Kamis, 05 Januari 2012

Menggalau is Menggalau

gambar di iklan (source: Pizza Hut Indonesia)
setelah kami makan--benar-benar cuma sisa,
lapar beneran yah :P (tapi sesaat setelah ini, semua yang
kamu lihat di atas hanya fatamorgana :P)
SENSASI DELIGHT

Pizza Hut's Delight Set Ber-2:
-2 Coke
-1 Garlic Breads
-1 Delight Personal Stuffed Crust Pizza (size: Small) (Personal, maksudnya toppingnya boleh milih sendiri)
-1 Delight Salad

Lokasi waktu itu: Margo City

Rekomen buat yang superkelaparan tapi tetep pengen nyaman dan gaul (HALAH).

Keuntungan: kalau pas sepi dan ga ada waiting list, bisa ditongkrongin lama-lama buat ngegalau.

Menggalau is menggalau.


tag: @primadesti

Jadi ceritanya waktu itu kami berdua kelaparan banget. Yaudah deh, akhirnya setelah pusing milih tempat makan, akhirnya memutuskan untuk makan di Margo. Sampai di sana, masih bingung mau makan di mana, awalnya sih tercetus mau di Rice Bowl yang sepuluh ribuan, tapi pas lihat PH, Fika nyeletuk, "Eh, PH aja yuk?"

Dengan pertimbangan harga yang ujung-ujungnya sama (RiceBowl yang 10.000 + minum 10.000 + pajak dan Paket Delight PH yang kayaknya lebih menguntungkan dapetnya), akhirnya kami berdua melangkah menuju PH. Dan luckily, kami tidak perlu masuk waiting list karena meja yang untuk berdua sudah tersedia (padahal meja untuk ber-4).

Pas duduk, kami dikejutkan dengan berita bahwa yang Delight Personal Pan Pizza udah abis (yang 20ribu/orang), adanya yang Delight Personal Stuffed Crust Pizza (25ribu/orang). Ya masa keluar lagi, tengsin kan, akhirnya kami memutuskan untuk pesan yang itu. Yah, sepadan lah dengan waktu kami nongkrong di sana, ada kali sejam lebih. Hihihi. Bahkan milih set yang mana dan topping pizza mau yang mana pun lama.

Tapi setelah dicoba, memang harga segitu worthed banget lah dengan rasa makanannya dan porsinya. Cukup mengenyangkan, bahkan bagi kami yang waktu itu starved, porsi itu sedikit kebanyakan (tapi ujung-ujungnya abis juga, hahaha). Saladnya enak, pizzanya juga pas, dan garlic bread sebagai penutup (padahal aslinya kan pembuka ya, tapi karena garlic bread-nya dateng belakangan, jadi penutup deh).

Minggu, 01 Januari 2012

Kacang, Lalu Kembali ke Realita


ini baru seperempat dari total yang kami pisahkan tadi!!!



Merontokkan kacang itu melelahkan!

Hujan semakin deras, sepertinya bakal awet nih. Karena anginnya kencang sekali, jadi rasanya dingin, dan ini nyaman sekali. Di kejauhan sudah diselimuti kabut. Dan hujan, berarti tanahnya basah. Tanahnya basah, berarti kacang yang baru dicabut diselimuti tanah yang basah. Hasilnya? Belepotan tanah. Hahaha. Ini menyenangkan, 
bermain tanah!

Setelah selesai, akhirnya mandi juga, setelah dari pagi nggak mandi. Setelah itu makan siang, dan siap-siap pulang!

Setelah sampai rumah... Kembali ke realita.

Dingin, senangnya!


10.12, tiba-tiba hujan menjadi deras. Kabut menggelayut di seluruh kota di bawah sana, jarak pandang menjadi sekitar 500 meter. Udah hujan gini, rasanya masih gerah aja... Mungkin karena aku belum mandi? Hehehe.

Hujan ini sedikit bikin damai. Sepertinya memang benar, suara hujan memiliki efek yang menstimulasi otak untuk melonggarkan pikiran. Dan, kalau udah kaya gini... yang paling pas untuk dilakukan adalah tidur... /disambit

Adek dan ponakanku lagi main NDS di ruang tengah. Yah, selama nggak ada kenakalan yang berarti sih... biar saja... Hahaha.

Selama di sini, kulit jadi sering kering, karena jarang minum. Sekalinya minum, bikin kopi susu. Hadeeeh. Habisnya, air panas tersedia kapan aja, jadi gampang kalau mau nyeduh sesuatu...

Halo, Tahun Baru!


Pagi pertama di tahun 2012! Laporan cuaca pagi ini, 9.56, cuaca mendung tapi masih cerah warna langitnya, Gunung Salak di kejauhan tertutup awan kabut seluruhnya, awan gelap melapisi sebagian langit. Sepertinya tadi aku melihat gerimis kecil yang seperti salju turun (hello, lihat hujan salju aja belum pernah :P).

Januari 2012, berarti menghitung hari  untuk family trip abroad. Benar-benar ya, waktu itu tidak terasa banget kalau kita banyak kesibukan. Rasanya baru kemarin memesan tiket, dua minggu lagi udah berangkat. Dan rasanya persiapan belum terlalu banyak banget, bahkan menyusun acara di sana aja belum. Hehehe.

Dan, astaga, aku teringat lagi dengan tugas yang harus diselesaikan dan dikirim maksimal besok jam 10 pagi. Mau gila rasanya, dan itu artinya nanti malam harus berhasil mempelajari EpiData. Dan besok harus sudah berhasil meng-entry semua data kuesioner. Walau Cuma 20, tapi satu kuesioner terdiri dari 6 halaman. Berarti... 120 halaman. Oke, cukup lah curhat soal tugas. Yang ada tambah pusing.

Jacko~ Woof!


Mas Hans takut mendekati Jacko, padahal dikekang

Pagi ini tadi aku bermain-main dengan anjing peliharaan Pakde, namanya Jacko (tiap kali ada yang menyebut namanya, yang kuingat pertama kali adalah donat JCo. Sumpah!). Aku sedikit merasa kasihan sih sama Jacko, karena ia jarang diajak keluar. Ketika pagi ini ia bermain-main di halaman, rasanya aku lega ia bisa sedikit melebarkan titik pandangnya.

Habis ini? Belum tahu mau ngapain. Rasanya pengen cepet pulang~

Still Counting Down


18.46, kembang api mulai bergema, bergema, bergema di udara (halah). Sayangnya susaaaaah banget mau fotoin kembang api yang lagi mekar di udara. Selain nggak ada penyangga kamera, pengaturan fokusnya susah karena gambar yang ditangkap adalah objek dalam kegelapan. Jadi... sepertinya nanti aku rekam videonya aja.
Menunggu tengah malam, kami bersiap-siap untuk nyabu. Sayuran dipotong-potong, bumbu disiapkan, daging disiapkan, panci berisi air mendidih disiapkan.

err... they looks like something.

ya kaaan ya kaaan gak jelas ;___;

'amunisi'

pasukan siap!

20.18 waktu BB, mari makan (ke)malam(an)!

abis nyabu, lanjut njagung (apalah)

jagung (yaiyalah, nenek-nenek salto juga tahu itu jagung)

melihat foto-foto lama melalui proyektor film positif


...Oke, lagi-lagi jeda. 21.08, udah kenyang semua habis nyabu. Huah... kayanya habis ini kalau diajak makan di Hanamasa, nggak bakalan mau deh. Efek kebanyakan liat bahan shabu-shabu!!! Lebay. Setelah makan, secangkir kopi+krim+gula menemaniku kembali menulis ini.

Baiklah, aku tahu ini sungguh pola makan yang nggak sehat banget. Tapi aku akui ini enak banget, jadi aku akan memberikan excuse apapun untuk dapat menampik apa yang orang katakan padaku.

Di luar sana, para tetangga ada yang mulai riuh dengan kembang api. Di kota yang nampak di bawah sana, juga sudah ramai menyalakan kembang api. Lampu-lampu terlihat banyak yang dinyalakan di bawah sana, sehingga kota terlihat lebih terang. Masih kurang dari tiga jam lagi, masih banyak waktu, masih pada nyetok kembang api buat nanti gongnya jam 12 malam WIB.

Escapade 2011


“Sudah disiapin amunisi buat shabu-shabu* party buat malam tahun baru di Gadog.”

Dengan kalimat tersebut, sudah tak bisa dibantah bahwa malam tahun baru kali ini akan dirayakan (lagi) di rumah Pakdeku di Gadog. Apa? Masih ada yang belum tahu di mana Gadog itu? Please deh, kemana aja selama ini? /plak Kalau kalian mendengar atau membaca berita mengenai arus lalu lintas menuju Puncak, pasti kalian akan mendengar nama daerah Gadog ini minimal satu kali sebelum kalian akhirnya mengganti channel berita menjadi channel hiburan karena kurang menarik.

Dan yah, sekarang aku berada di Gadog. Saat ini menghitung mundur 6 jam 20 menit lagi menuju tahun 2012 menurut waktu yang ditunjukkan oleh monitor laptopku. Sebenarnya aku agak nggak tenang pada akhir tahun kali ini. Kenapa?

Karena,

08.23 - perjalanan sudah hampir sampai ke tujuan:
“JRKM: hsil turlap dimasukn ke epidata n dikmpul hr snin pg maks jm10 via email,subjek:entry_nama_kelurahan. Kuesnr dlm bntk epidtany udh dikrm ari ke milis.kues fisik jg dikumpl hr slasa jm 2 saat kulum. Snin tdk ada kul, jd kmblian alat di hr slasa jg.”

Tralala~ this successfully ruin OUR last hours in 2011. “Our”? Ya, kami, mahasiswa jurusan Gizi angkatan 2009. Hal ini membuatku twisted sekali. Oh, aku menggunakan kata ‘twisted’ kalau keadaan sudah membuatku bingung sampai nggak tahu harus mengerjakan apa duluan. Sebelum berangkat ke Gadog, aku sudah menatap dua puluh kuesioner yang harus diinput menggunakan EpiData. Bimbang, bawa atau enggak, ya? Tapi akhirnya aku memutuskan nggak membawanya, karena aku pikir, toh walaupun dibawa pasti ujung-ujungnya nggak bakal dikerjain juga. Dan muncullah jarkom yang paling nggak diinginkan pada saat itu.

Grup Gizi 2009 di Blackberry Messenger juga sudah ramai membicarakan hal ini, ada yang pulang kampung dan tidak membawa berkas-berkas tugas, ada yang belum melakukan pembagian berkas kuesioner ke masing-masing anggota kelompok untuk di-entry, dan ada yang belum mengerti cara menggunakan software pengolah data kuesioner yang dimaksud. Aku? Dua dari tiga alasan tersebut tepat—walau nggak persis.
Sudah, kesampingkan hal itu. Sudah kepalang tiba di tujuan tanpa membawa apa-apa, dan tujuannya adalah menghibur diri dan melepas kepenatan.

Udara dingin dataran tinggi menyergap keluarga kami ketika tiba di rumah Pakde. Pukul 9 pagi (kurang atau lebihnya lupa), kami memulai kegiatan di sini dengan menyiapkan makan siang dan melakukan berbagai hal. Kami memanen jagung untuk nanti malam. Ketika memanen jagung, tampak pemandangan alam sekitar yang menenangkan hati. Angin yang berhembus sejak pagi tadi kebetulan sedang sangat kencang, jadi tidak banyak pintu rumah yang dibiarkan terbuka, khawatir masuk angin.

Om Baskoro & Mas Hans panen jagung

Pak Harry pose sama gunting

....kena bunga jagung?

nemu kepik! sayangnya ga bisa lebih zoom lagi ;___;


Kami bersantai di teras, makan buah rambutan, mengobrol. Ketika tiba-tiba ada seekor keluwing yang merayap di rerumputan, aku spontan mengambil kamera dan mengabadikan sosok keluwing tersebut. Tubuhnya yang mengilap dan bercangkang keras, kaki-kaki yang kecil dan banyak dan bergerak seperti gelombang, dan reaksi menggulung dirinya ketika disentuh, itu menarik perhatianku. Tapi aku merasa aku tidak berhasil menghasilkan foto keluwing yang cukup bagus.

ke-lu-wing~


Waktu berlalu sangat cepat ketika sedang bersantai. Iya, rasanya tadi baru selesai makan siang, tiba-tiba udah mau solat magrib. Rasanya nggak mau berpisah cepat-cepat dengan 2011, tahun yang sudah banyak, sangat banyak menambahkan asam garam kehidupanku.

Pukul 18.01 menurut laptopku, dan cuaca di luar cerah. Berangin cukup dingin, Gunung Salak tampak di depan mata, diselimuti oleh awan-awan di setengah bagian ke atasnya, awan yang tampak sejajar dengan pandangan kita sampai rasanya kita bisa menjangkau mereka. Warna langit sangat terang, tidak terlalu gelap, matahari masih berada di sudut 60 derajat dari permukaan bumi (menurutku sih). Suasana di luar sudah ramai, suara terompet kertas yang ditiup sudah mulai terdengar dari seluruh penjuru, namun belum terlalu banyak. Sungguh, suasana inilah yang akhirnya menginspirasiku untuk membuat tulisan ini.

...Eh, maaf, ada jeda waktu menulis ini. Aku mengemil dulu, hehehe.

Oke, saat ini 18.14, warna langit mulai menjadi campuran antara jingga muda dan biru tua. Awan di sekeliling Gunung Salak mulai menebal. Aku yakin udara di sana lebih dingin lagi, ditambah dengan kabut. Minggu lalu waktu natal, aku ke sini juga, dan kabutnya luar biasa... menyenangkan.
Baiklah, tulisan yang ini segini dulu aja ya. Mau keluar dulu cari udara dingin. Habis ini mau ngapain lagi, ya? J

Gadog, 31 Desember 2011
18.17 menurut Cento


*shabu-shabu: makanan jepang berupa onabe (rebusan) terdiri dari daging, sayuran, bakso ikan, jamur yang dicelup dalam air mendidih sampai matang kemudian dimakan menggunakan bumbu dan shoyu